Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Meki Nawipa: 57 mahasiswa asal Paniai sepakat kembali ke kota studi


Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan mahasiswa-mahasiswi eksodus asal Kabupaten Paniai yang sudah tiba di tanah Papua, telah berkomitmen untuk kembali ke masing-masng kota studi.

Hal itu dikatakan Bupati Paniai Meki Nawipa. Menurutnya, mahasiswa yang hendak kembali lanjutkan studi sebanyak 57 orang. “Pemda dan mahasiswa asal Paniai sudah sepakat untuk kembali kuliah. Jadi sudah ada 57 orang mahasiswa,” kata Bupati Meki Nawipa kepada Jubi, Selasa, (24/9/20190.

Untuk pemulangan para mahasiswa, menurut Nawipa, Pemda Paniai sudah menelepon Managing Director Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi untuk membantu kerjasama untuk dispensasi tiket dari Nabire dan Jayapura diantar pulang ke Sulawesi, Surabaya, Malang, Semarang,Bandung Jakarta, Yogyakarta dan Bali.

“Sehingga pesawat Lion Group akan membantu pelayanan untuk mereka (mahasiswa) kembali. Untuk itu, kami sudah kirim nama-nama mahasiswa untuk menyiapkan tiket. Jadi mahasiswa asal Paniai akan pulang lanjut sekolah di masing-masing kota studi,” ungkapnya.

Dirinya memastikan para mahasiswa itu akan berangkat pulang pada minggu depan. yakni hari Senin, Selasa dan Rabu. Posisi mahasiswa ada di Nabire dan Jayapura. “Ini bukti kepedulian sumber daya manusia masa depan kami. Dan ini adalah kerja keras dari Kepala Dinas Sosial” katanya.

“Kami mau bilang bahwa pemerintah pastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat Paniai dalam posisi aman. Ya kita pastikan aman,” ujarnya.

Disinggung ada beredar informasi demo jilid kedua pada 26 September 2019 mendatang, ia nyatakan itu hanya dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memperkeruh situasi. “Di Paniai tidak ada lagi demo dan lain-lain. Kami aman,” kata Meki.

Loading...
;

Kepala Dinas Sosial, Yulius Kayame mengatakan, rencana pemulangan mahasiswa eksodus asal Paniai telah melakukan tiga kali pertemuan di Nabire terakhir kali dilakukan pada Sabtu, (21/9/2019).

“Pertemuan dengan mahasiswa itu langsung kami tatap muka sebanyak tiga kali. Terahir dilakukan pada Sabtu malam di Nabire. Kami melakukan pendekatan dan memberikan pemahaman, maka kurang lebih 57 orang siap kembali” kata Kayame.

Yulius mengatakan, awalnya direncanakan hendak menyalurkan dana studi akhir bagi mahasiswa yang ada di pengujung studi,namun terganggu dengan ujaran kebencian yang terjadi di Surabaya dan beberapakota lainnya.

“Sehingga tertunda. Maka, setibanya mahasiswa di masing-masing kota studi kami bersama pak Bupati siap turun untuk salurkan dana sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan mereka,” ujarnya.(*)

Editor: Syam Terrajana 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top