Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Meksiko adili pejabat dalam kasus hilangnya 43 mahasiswa

Ilustrasi hukum – Jubi/pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Mexico City, Jubi – Kejaksaan Meksiko akan menyelidiki para pejabat terkait hilangnya 43 mahasiswa yang hilang pada 2014. Penculikan dan pembantaian massal dialami oleh para mahasiswa calon guru oleh polisi korup, yang bekerja sama dengan sebuah kelompok penyelundup narkoba.

Dugaan itu telah memicu kecaman dari masyarakat internasional terhadap Meksiko dan sangat merusak citra presiden Meksiko saat itu, Enrique Pena Nieto.

Pekan lalu, pengganti Pena, Presiden Andres Manuel Lopez Obrador, mengatakan pemerintah akan mengajukan keberatan kepada Kejaksaan Agung atas pembebasan salah satu tersangka utama, di balik kasus kehilangan pada 26 September 2014, dari penjara.

Hakim sebelumnya memerintahkan agar Gildardo Lopez Astudillo dibebaskan setelah sejumlah pejabat diketahui menyiksa dia dalam upaya mengumpulkan bukti.

Astudillo adalah pemimpin geng penyelundup narkoba, yang dituding sebagai sosok yang memerintahkan pembunuhan para mahasiswa tersebut.

Dalam pernyataan, Kejaksaan Agung mengatakan kantor kejaksaan khusus akan menyampaikan bukti-bukti yang diperlukan sehingga para pejabat “yang gagal menjalankan tugas mereka” itu bisa dimintai pertanggung jawaban atas cara mereka menangani kasus kehilangan mahasiswa.

Loading...
;

“Penyelidikan sebelumnya oleh pemerintah telah dianggap meragukan oleh masyarakat dan kerabat para korban,” kata Kejaksaan Agung. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top