Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Memenangkan hati Orang Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Pasca penembakan 19 pekerja jalan trans Papua pada 2 Desember lalu, bebagai pemberitaan dan diskusi media sosial tentang Papua berkembang pesat. Mulai dari kecaman hingga berbagai solusi dipaparkan berbagai pihak untuk penyelesaian terbaik bagi masyarakat Papua maupun Pemerintah Indonesia.

Menteri koordinator politik hukum dan HAM, mengatakan TNI/Polri sedang mengejar dan akan menghabisi kelompok bersenjata agar tidak mengganggu persatuan Negara. Anggota Komisi I DPR Sukamta meminta pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait operasi militer selain perang (OMSP). Sedangkan seorang tokoh pemuda Papua, Samuel Tabuni mengatakan ada empat korban warga sipil asli Papua yang merupakan warga kampung yang menjadi korban salah tembak akibat operasi gabungan tersebut.

Pendeta Dr. Karel Phil Erari mengingatkan semua pihak, tentang dua orang pejabat Negara yang berhasil memenangkan hati dan pikiran orang Papua

Pertama Gubernur Acub Zainal, seorang Jenderal “Keberhasilan Gubernur Acub Zainal adalah berhasil membangun Kantor Gubernur dengan biaya yang minim, termasuk Perumahan Pemda dan Stadion Mandala. Ia memajukan Pesipura,” katanya dalam surat terbuka Jumat (14/12/2018).

Kata Pendeta Erari, ketika dicopot Suharto, puluhan ribu rakyat melepaskannya di Airport  Sentani dengan air mata. “Ia telah berhasil memenangkan hati dan pikiran orang Papua. Ia tidak pernah meilhat orang Papua itu separatis, kendati ia tahu bahwa mereka bicara tentang Merdeka,” katanya.

Tokoh kedua adalah Gus Dur, seorang Ulama besar NU. Erari menjelaskan Gus Dur yang mengembalikan nama Papua karena itulah nama aslinya. Ibarat kucing, yang disebut tikus.  Gus Dur juga memberi amanat untuk Bendera Papua berkibar di samping Merah Putih sebagai Bendera Daerah. Asal ukurannya kecil dan jika berkibar 10 centimeter di bawah Merah Putih.

Loading...
;

“Gus Dur sangat mencintai orang Papua. Termasuk mereka yang berjuang seperti Theys Eluai. Ia memberi satu miliar rupiah untuk Kongres Rakyat  Papua dua,” katanya.

Acub Zainal dan Gus Dur berhasil memenangkan hati dan pikiran orang Papua. Pendeta Erari menjelaskan, hanya inilah kuncinya jika Papua mau tetap menjadi bagian dari Indonesia.

“Karena secara kultural, Papua menjadi bagian Indonesia, ibarat kawin paksa. Selama puluhan tahun rakyat Papua dibunuh, dibantai, diperkosa, diambil sumber daya alamnya  dan membiarkan rakyat miskin dan menderita. Papua hanya dicintai Sumber Daya Alamnya,” katanya.

Pendeta Erari berpesan kepada semua pejabat sipil militer Indonesia untuk belajar dari apa yang telah ditinggalkan (dicontohkan) kedua tokoh ini.

“Ketika sembilanbelas rakyat sipil non Papua ditembak, satu Indonesia berteriak dan mengutuk. Tapi ketika Ribuan Rakyat Sipil dibantai di Wamena Tahun 1977, di Biak ratusan rakyat dibunuh, wanita diperkosa di atas kapal perang dan puting payudaranya di potong lalu dibuang di laut, apakah rakyat di Indonesia juga berteriak?” katanya.

Kabar terakhir dari Nduga, dikabarkan empat warga Gereja, salah satunya seorang Penatua ditembak aparat karena miskomunikasi karena soal bahasa, “Adakah yang yang bersuara?’ katanya.

Pendeta Phil Erari menegaskan, jika Acub Zainal dan Gus Dur masih hidup, pasti mereka akan geleng kepala, dan berkata kepada Jokowi, Papua memang butuh Jalan lintas Papua, tetapi mereka lebih butuh dikasihi. “Jangan bunuh mereka. Hanya itulah cara untuk memenangkan hati dan pikiran orang Papua,” katanya.

Surat terbuka itu dibuat merespon pernyataan dukungan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengenai kemungkinan pemerintah membuat Peraturan Pemerintah (PP) terkait operasi militer selain perang (OMSP) di Papua untuk mengatasi tindakan kelompok bersenjata (KB) yang keberadaannya dapat dikategorikan sebagai kelompok teroris.

Kepada Antara, Kamis (13/12/2018), Bambang meminta pemerintah perlu mempertimbangkan kembali sebelum mengeluarkan PP OMSP, namun menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk melihat apakah sudah diperlukan langkah-langkah pengiriman pasukan ke Papua.

PP OMSP diusulkan Sekretaris Fraksi PKS DPR RI Sukamta. “Sebenarnya DPR mendorong pemerintah mengeluarkan PP tersebut, karena kelompok bersenjata pantas disebut sebagai organisasi teroris karena tindakan mereka sudah membunuh secara brutal dan meneror warga sipil tidak berdosa,” katanya.

Dia menilai apa yang dilakukan kelompok bersenjata sudah merupakan gerakan terorisme sehingga masyarakat Indonesia bisa mendorong kepada PBB bahwa organisasi OPM ini adalah organisasi terorisme.

"Kami kembalikan kepada pemerintah untuk memutuskan, karena kita sudah punya UU anti-terorisme dan sudah punya SOP bagaimana menanggulangi gerakan-gerakan separatis maupun kriminal bersenjata," ujarnya.

Menurut dia, sikap tegas, keras, dan seketika dari pemerintah untuk menuntaskan gerakan di Papua harus segera dilakukan karena justru yang membuat situasi sulit adalah ketika kita bekerja lambat sehingga mereka terus berkembang.

"Karena mereka bukan gerakan biasa, mereka bergerak untuk menuntut kemerdekaan. Jadi mereka itu adalah gerakan separatis," katanya.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR Sukamta dalam interupsinya di Rapat Paripurna DPR, menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia harus mencari solusi yang cerdas dalam menyejahterakan masyarakat Papua, namun juga menghormati adat istiadat warga Papua.

"Kami harapkan pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait operasi militer selain perang (OMSP) agar digunakan untuk mengatasi persoalan terorisme di Papua," ujarnya.

Dia mengatakan, PP terkait OMSP itu merupakan tindak lanjut dari UU nomor 34 tahun 2004 tentang TNI dan UU nomor 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Menurut dia, aturan tersebut diperlukan agar kasus di Papua dapat diselesaikan segera sehingga masyarakat Papua merasa aman dan nyaman bergabung dengan NKRI.(*)

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top