Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Menanti keberuntungan perempuan perajin

Peserta memamerkan karya mereka saat pameran kerajinan kelompok perempuan di Nabire – Jubi/Titus Ruban

Papua No. 1 News Portal | Jubi

CORINA Jikwa merasa beruntung. Dia kini berkesempatan lagi memamerkan hasil kerajinan. Itu artinya produk mereka berpeluang untuk dikenal lebih luas dan laris.

Jikwa memboyong pelbagai kerajinan tangan dari kampung halaman mereka di Distrik Siriwo, Nabire. Ada noken, cawat, tas, dan baju yang mereka pamerkan. Semuanya terbuat dari bahan-bahan alami. Satu di antara bahan itu ialah kulit kayu.

“Baru tiga kali kami mengikuti pameran. Saya bersyukur, dan senang,” kata Jikwa.

Jikwa bersama sejumlah perempuan sekampungnya memamerkan produk mereka pada pameran kerajinan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Nabire. Pameran berlangsung pada pertengahan Oktober di Guest House Nabire, dan menampilkan aneka kerajinan tradisional buatan kaum perempuan.

Pameran dimanfaatkan Jikwa untuk mempromosikan sekaligus memasarkan kerajinan. Sebab, pemasaran menjadi kendala utama mereka dalam mengembangkan usaha. Distrik Siriwo berada di perbatasan dengan Kabupaten Dogiyai. Lokasinya jauh dari Kota Nabire yang menjadi tujuan pemasaran selama ini.

“Noken cepat sekali lakunya. Kami biasa titip saja ke saudara di kota (Nabire), dan mereka yang menjualkannya,” ujar Jikwa.

Loading...
;

Ada pula pembeli yang membeli langsung ke perajin di Siriwo. Mereka kebanyakan adalah warga yang singgah saat dalam perjalanan menuju Dogiyai atau Nabire.

Perajin seperti Jikwa bisa meraup sekitar Rp1,5 juta sebulan dari usaha kerajinan. Pendapatan itu sangat membantu warga dalam mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari serta biaya pendidikan anak-anak mereka.

Komitmen pemerintah

Ada lima kelompok perajin noken dan anyaman khas Papua di Distrik Siriwo. Jikwa menjadi salah satu ketuanya.

Para perajin belum pernah sekali pun mendapat bantuan pendanaan, kecuali dari pemerintah kampung. Nomimal bantuannya sebesar Rp15 juta setahun.

“Harapan kami, pemerintah distrik juga memberi dorongan (bantuan) untuk memajukan (usaha) kerajinan tangan. Hasil kerajinan (seperti ini) mendukung pendapatan keluarga,” kata Jikwa.

Kepala Distrik Siriwo Yonanis Butu berjanji memperhatikan pengembangan usaha warganya. Butu, yang baru menjabat selama tiga bulan itu akan memprogamkan promosi bagi kerajinan lokal.

“Rencana saya, ada program untuk mengenalkan anyaman berbahan (baku) lokal dari Siriwo.”

Pameran yang digelar DPPPA Nabire diikuti perajin dari 15 distrik dan sanggar di Kabupaten Nabire. Mereka ingin memotivasi para perajin dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas produk.

“DPPPA harus terus melakukan pendampingan terhadap mereka (kelompok perajin). Tingkatkan produksi kerajinan dan cari pemasaran agar orang bisa membeli,” kata Bupati Isaias Douw, saat membuka pameran.

Setiap distrik memamerkan produk kerajinan khas masing-masing. Selain dari alam, ada pula kerajinan berbahan baku dari daur ulang sampah atau barang bekas. Produk itu ditampilkan perajin dari Distrik Teluk Kimi.

“(Pameran) ini mempromosikan (kerajinan) hasil karya perempuan. Kami berharap semua pihak mendukung dan (ikut) mempromosikannya agar bisa menambah penghasilan mereka (meningkatkan kesejahteraan perajin),” kata ketua panitia pameran, Nona Mellisa. (*)

Editor: Aries Munandar

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top