HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Menanti kiprah Bank Papua menjangkau pelosok

Peresmian Kantor Pelayanan Kas Bank Papua di Pemerintah Kabupaten Merauke, Senin (8/7/2019) – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Selepas dari jerat kredit macet, Bank Papua diminta memperluas layanan hingga ke pelosok kampung. Layanan itu dibutuhkan, antara lain untuk pencairan dana desa.

BANK Papua harus bergelut dengan persoalan kredit macet. Pemecatan pun dilakukan terhadap pegawai yang terlibat dalam kredit fiktif maupun kredit macet yang mengerus keuangan perusahaan.

“Tak ada sedikit pun niat kami melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap para pegawai dari Orang Asli Papua (OAP). Itu semata-mata demi kepentingan orang banyak,” kata Direktur Keuangan Bank Papua, Rudy Darma, saat peresmian Kantor Pelayanan Kas Bank Papua di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke, Senin (8/7/2019).

Bank Papua harus menanggung rugi sebesar Rp260 miliar akibat kredit macet. Perbankan ini pun harus masuk pengawasan intensif untuk disehatkan kembali oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Loading...
;

Dibutuhkan waktu sekitar dua tahun bagi pihak manajemen untuk mengatasi persoalan yang membelit Bank Papua pada 2016 tersebut. Setelah itu, kondisi perusahaan pun berangsur membaik. Bank Papua akhirnya bisa menangguk laba untuk pertama kali setelah penyehatan.

“Bank Papua saat itu diberi waktu selama 12 bulan (oleh OJK) untuk membereskan kredit macet. Pada 2018, bank dinyatakan cukup sehat, dan bisa menghasilkan laba sebesar Rp113 miliar. Laba kemudian dibagikan dalam bentuk dividen kepada seluruh pemda (pemerintah daerah di Papua),” jelas Rudy.

Laba Bank Papua terus terkatrol sehingga direksi menargetkan perolehan keuntungan sebesar Rp240 miliar pada tahun ini.

“Kini, Bank Papua sudah mulai tinggal landas,” ujar Rudy.

Keberpihakan ke OAP

Bupati Merauke, Frederikus Gebze, mengingatkan Bank Papua untuk meningkatkan keberpihakan kepada OAP. Mereka diminta terus memperluas layanan sehingga bisa menjangkau OAP di pelosok-pelosok perkampungan di pedalaman Kabupaten Merauke.

“Di distrik terjauh sekali pun, yang daerahnya berlumpur, Bank Papua harus ke sana. Ini untuk membuktikan bahwa Bank Papua selalu terdepan dalam melayani OAP,” kata Gebze.

Bupati Gebze melanjutkan mereka telah menetapkan bahwa pencairan dana desa ditransfer langsung ke rekening pemerintah kampung masing-masing. Dengan demikian, kepala kampung tidak lagi harus membuang waktu hingga berbulan-bulan di kota untuk memproses pencairan dana. Karena itu, layanan perbankan sangat dibutuhkan hingga ke perkampungan.

“Ada kepala kampung sampai sembilan bulan (menetap) di kota, dengan alasan menunggu dana padahal sudah dicairkan. Masyarakat terus menunggu tanpa kepastian, sedangkan kepala kampung berdalih pimpinan Bank Papua sedang ke luar daerah. Pencairan tersebut padahal tidak ada sangkut pautnya dengan pimpinan bank,” ungkap Gebze.

Bupati Gebze mengaku acapkali bersuara keras sewaktu rapat umum pemegang saham Bank Papua. Selaku kepala daerah pemegang saham, dia mengingatkan Bank Papua senantiasa berkondisi sehat sehingga mampu meningkatkan akses pelayanan kepada masyarakat. Di sisi lain, dia juga menginstruksikan agar seluruh transaksi perbankan pada keuangan Pemkab Merauke dilakukan melalui Bank Papua.

Sementara itu, Rudy memastikan Bank Papua tetap berkomitmen tinggi terhadap peningkatan pelayanan kepada OAP. Sebab, keberadaan bank daerah tersebut memang ditujukan untuk, dari, dan demi Papua.

Salah satu komitmen tersebut direalisasikan melalui pengucuran kredit usaha rakyat (KUR) untuk mendukung permodalan bagi usaha mikro kecil dan menengah. Cakupan sasaran program itu pun melampaui target.

“KUR diberikan kepada OAP yang berwiraswasta agar usaha mereka lebih maju. Tahun lalu, pendistribusian kredit melebihi target dan kiranya (semoga) tahun ini juga demikian,” jelas Rudy. (*)

Editor: Aries Munandar

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top