HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Mencetak siswa mandiri melalui SMK Mart

Salah satu kelompok pelatihan jurnalistik Jubi ketika melakukan wawancara, Kamis (21/3/2019) – Jubi/Timo Marten

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Untuk mempersiapkan siswa-siswi mandiri dengan wirausaha, SMK Negeri 2 Jayapura, Kotaraja membuka SMK Mart, yakni tempat untuk melakukan magang atau praktik kewirausahaan bagi siswa jurusan marketing atau tataniaga.

“Pada 19 Januari 2006 awal didirikannya SMK Mart sebagai tempat praktik kompetisi keahlian jurusan bagi siswa marketing untuk belajar dan mempersiapkan diri sesuai keahlian masing-masing,” kata Ahmad, Manajer SMK Mart di Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Kamis (21/3/2019).

Kepala sekolah sebagai penanggung jawab SMK Mart, dengan koordinator Albert dan Ahmad selaku manajer, serta siswa-siswi  yang berperan aktif melakukan transaksi jual-beli.

“Maka dari itu, pihak sekolah memberikan kesempatan kepada siswa siswi jurusan marketing sekurangnya tiga kali magang selama sebulan sesuai jadwal agar para siswa dapat mengetahui dan belajar bagaimana cara kerja dunia industri siap bekerja,” ucap Ahmad.

Loading...
;

Namun ada dampak positif dan negatif SMK Mart. Dampak postifinya, para siswa dapat meningkatkan pengalaman kerja, mempunyai penghasilan sendiri dan memahami cara kerja industri dengan baik.

Meski punya dampak positif, ternyata SMK Mart juga punya dampak negatif, yakni tidak semua siswa SMK dapat melakukan melakukan praktik di tempat ini karena hanya untuk jurusan marketing.

“Untuk itu, pihak sekolah bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh SMK se-Kota Jayapura dan pihak industri untuk mendirikan technopark, agar siswa dapat mengembangkan keahliannya,” kata Olin, siswa SMK 2 Jayapura.

Mendirikan Technopark

Technopark merupakan program yang ditetapkan pemerintah pusat pada 3 Agustus 2018 untuk mempersiapkan siswa mandiri sebagai wiraswasta dengan memberikan modal.

Kini program ini dijalankan oleh dua jurusan, UPW dan pemasaran dan kini sedang mempersiapkan tiga jurusan lainnya yaitu TKJ, akuntansi, dan perkantoran.

Technopark bekerja dengan mendukung dan mensponsori siswa/i yang menjalankan usahanya. Di era globalisasi seperti sekarang ini banyak siswa yang melakukan usaha online seperti oldshop. Mereka mendapatkan dana sebesar Rp 1,5 juta untuk melanjutkan usahanya.

Ketika mendapatkan sponsor mereka menyetor Rp 150 ribu per bulan tanpa bunga. Para siswa juga diajarkan bagaimana membuat laporan keuangan, mengatur modal, laba, dan perputaran uang.

“Sehingga seorang murid dididik untuk mandiri dengan berwiraswasta. Para pembina akan melepaskan mereka jika benar-benar bisa mandiri. Jadi fungsi Technopark untuk mendidik anak-anak mempersiapkan masa depannya,” kata Nerry Losban, Manajer Technopark.

Kegunaaan Technopark untuk mempersiapkan siswa SMK 2 Jayapura melalui usaha dan pekerjaannya, dengan struktur Elia Waromi sebagai penanggung jawab, Albert Gunawan sebagai ketua Technopark, Urai SH sebagai manajer Administrasi Keuangan, Sukardi sebagai manajer produksi, Anatje South sebagai manajer manajer Tefa 2, dan Elisabeth Arugruba sebagai manajer Tefa 1. (*)

Editor: Timo Marten

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top