Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Mendikbud tinjau Wamena dan Nduga pascainisiden Wamena

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendy melihat pencairan dana program KIP (Kartu Indonesia Pintar) di SMP Negeri 2 Wamena, Kabupaten Jayawijaya – Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muhadjir Efendy melakukan kunjungan kerja melihat kondisi pendidikan di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Nduga sejak Selasa, 15 Oktober 2019.

Selain melihat kondisi pendidikan pasca konflik, Mendikbud juga melihat sejauh mana program digitalisasi sekolah dapat diterapkan, termasuk di Nduga yang merupakan daerah pemekaran Jayawijaya.

Setelah melihat situasi pendidikan di sana, Muhajdir melihat di Nduga dan Wamena ketimpangan pendidikan masih terasa dan hal itu menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan negara.

“Memang tidak bisa ditangani secara general, di mana ada pola satu kemudian diterapkan, jadi penanganannya ada juga secara kasuistis, nanti kita akan bantu khusus ke wilayah seperti di Nduga akan segera kita tambah ruang kelas baru plus kebutuhan meja kursi untuk belajar,” kata Menteri di Wamena, Selasa, 15 Oktober 2019.

Loading...
;

Tetapi di Nduga, kata dia, penerapan digitalisasi belajar belum bisa dilakukan karena perangkat yang dibutuhkan seperti internet dan listrik belum memadai dan akan diupayakan secara bertahap.

Setelah mengunjungi Keneyam, ibu kota Nduga, Muhadjir Efendy bersama rombongan beristirahat di salah satu hotel di Wamena untuk bersantap siang.

Kemudian pukul 13.30 WP rombongan Mendikbud didampingi bupati Jayawijaya menuju SMP Negeri 2 Wamena untuk menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada siswa, mulai jenjang SD hingga SMA/SMK.

Ia juga memberikan bantuan gawai tablet untuk penerapan digitalisasi sekolah, lalu memberikan bantuan lainnya berupa laptop dan perlengkapan sekolah kepada siswa.

Usai bertemu pelajar di SMP Negeri 2 Wamena, Mendikbud mengadakan pertemuan dengan dengan kepala sekolah dan guru se-Kabupaten Jayawijaya di Gedung Pertemuan ‘Ukumearek Asso’ Wamena.

Dalam pertemuan tersebut Menteri meminta masukan dan pandangan setiap guru kepadanya. Kesempatan tersebut dijadikan para guru menyampaikan keluhan mereka.

Guru mengeluhkan kondisi guru honorer, pemindahan hak guru SMA/SMK dari kabupaten ke provinsi, hingga kesejahteraan.

Keesokan harinya, Rabu, 16 Oktober 2019 Meteri Muhadjir melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah yang ada di Wamena. Diawali mengunjungi TK Mutiara Hati yang berada tepat di depan hotel tempat ia menginap, selanjutnya melihat SMP YPPK Santo Thomas yang saat kerusuhan 23 September 2019 salah satu ruangannnya terbakar.

Di SMP YPPK Santo Thomas Mendikbud berjanji akan membangun kembali ruang kantor tersebut dua lantai. Sebelum terbakar bangunan tersebut hanya satu lantai.

Perjalanan dilanjutkan ke SMP Negeri 1 Wamena di Jalan SD Percobaan. Namun sebelum ke SMP menteri berhenti tepat di depan SD Pesat yang saat itu murid-murid di sekolah tersebut tengah mendapatkan program trauma healing.

Sekolah itu tak luput dari perusakan saat kejadian 23 September meski tidak terlalu parah. Lalu Menteri melihat kondisi SMP Negeri 1 Wamena yang disambut siswa dan guru.

Kepala SMP 1 Wamena Yemima Kopeuw menyiapkan beberapa catatan kepada Mendikbud. Ia menyampaikan bahwa sekolahnya adalah SMP tertua di Jayawijaya, karena itu bangunannya banyak yang dianggapnya kurang layak.

Mendengar itu, Muhadjir Efendy mengatakan bahwa Kemendikbud akan melakukan revitalisasi di SMPN 1 Wamena yang akan dikerjakan tahun depan. Meski nantinya apakah ia akan kembali menjadi menteri atau tidak, hal itu akan diteruskan ke menteri baru.

Di sekolah itu pula ia berujar setelah melihat kondisi di sejumlah sekolah di Kota Wamena, memang proses belajar mengajar sudah mulai dilakukan, namun belum bisa dikatakan normal karena masih banyak peserta didik yang belum kembali ke sekolah.

“Masih perlu kerja keras untuk menarik siswa untuk segera masuk sekolah seperti sediakala, tetapi saya optimis dengan jaminan keamanan dari Kapolres dan Dandim sudah sangat baik, kemudian guru-guru sudah sangat siap untuk memulai kegiatan mengajar walaupun juga ada yang belum datang,” katanya.

Untuk fasilitas sekolah yang rusak parah, kata Muhadjir, Kementerian akan menangani secara langsung dari pusat, misalnya bagi kantor sekolah yang terbakar. Sedangkan untuk kerusakan ringan akan ditangani Pemkab Jayawijaya.

Untuk antisipasi ke depan agar hal sama tidak terulang lagi, ia menyarankan perlu ada ketahanan sekolah jangan sampai anak-anak bisa dimobilisasi atau dipengaruhi untuk melakukan tindakan-tindakan anarkis yang distruktif.

“Ke depan juga memang harus lebih waspada dan mungkin perlu ada kerja sama dengan polisi maupun TNI bagaimana menanamkan jiwa nasionalisme, jiwa bela negara, dan kesanggupan untuk mempertahankan diri sendiri kalau nanti ada ancaman atau gangguan lagi,” katanya.

Bagi siswa di Wamena khususnya yang telah keluar dan bahkan dititipkan di sekolah lain, kata Muhajir hal itu tetap dilakukan karena sesuai edaran Menteri baik dalam keadaan darurat seperti kerusuhan maupun bencana alam, semua sekolah wajib menampung siswa yang berstatus pengungsi yang terdekat dengan sekolah asal.

“Otomatis, kemudian untuk pengisian data pokok pendidikan di tingkat pusat akan diatur secara bertahap, yang penting anak-anak ini harus diterima dulu, belajar dulu jangan sampai ketinggalan, urusan administrasi belakangan,” ujarnya.

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengaku bahwa pemerintah terus berupaya agar siswa dapat kembali bersekolah. Baik melalui kepala distrik, kepala kampung, kepala sekolah, hingga siswa yang telah masuk sekolah untuk mengajak teman-temannya kembali ke sekolah.

“Sekolah sudah aman, tidak pernah ada gangguan dari aparat atau dari manapun, saya berharap gunakan ini untuk menarik anak-anak kembali ke sekolah,” katanya.

Bupati mengatakan sejak 7 Oktober sekolah sudah mulai dibuka sampai sekarang terus ada kenaikan kehadiran siswa.

“Mudah-mudahan bisa semakin bertambah, apalagi sudah banyak yang kembali dari Jayapura,” katanya. (*)

Editor: Syofiardi

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top