Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Menhan AS sengketa jurnalistik dengan reporter radio

Ilustrasi jurnalis, pixabay.com

Wakil Presiden Senior Berita NPR Nancy Barnes, mengatakan reporternya itu selalu bersikap jujur

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Washington, Jubi  – Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, Sabtu (25/1/2020) kemarin menuduh seorang reporter Radio Publik Nasional (NPR) berbohong kepadanya dan melanggar kode etik jurnalistik serta kesopanan. Reporter  tersebut mengatakan Pompeo berulang kali memakinya setelah wawancara.

Wartawan NPR, Mary Louise Kell, mengatakan bahwa Pompeo memakinya dan berulang kali “menggunakan kata-F” sambil berteriak setelah Pompeo ia tanyai selama wawancara sembilan menit soal Ukraina dan duta besar Amerika Serikat untuk Kiev yang dipecat.

Baca juga : Menhan AS akan bertolak ke Ukraina di tengah persidangan Trump

Pompeo, yang dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Ukraina pada Kamis, (23/1/2020), ia  mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Kelly telah membohonginya dua kali. Yakni sekali dalam mengatur wawancara, dan kemudian menyetujui untuk melakukan wawancara dengan syarat “off the record”.

“Sangat memalukan bahwa reporter ini memilih untuk melanggar kode etik jurnalistik dan kesusilaan. Ini adalah contoh lain dari bagaimana media telah dimanfaatkan dalam upayanya untuk menyakiti Presiden (Donald) Trump dan Pemerintahan ini,” kata Pompeo.

Loading...
;

Perselisihan berpusat pada wawancara yang dilakukan Kelly dengan Pompeo untuk program NPR “All Things Considered”. Dalam acara itu, Kelly kepadanya tentang Iran dan mantan Duta Besar AS untuk Ukraina Marie Yovanovitch, yang dipecat oleh Trump Mei lalu.

Pemecatan Yovanovitch adalah peristiwa penting dalam tindakan yang mendorong pemakzulan Presiden Republik bulan lalu oleh Dewan Perwakilan Rakyat, yang dikuasai fraksi Demokrat, dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres.

Kelly mengatakan dia telah memberi tahu para pembantu Pompeo bahwa dia akan bertanya tentang Iran dan Ukraina. Selama wawancara, dia mengajukan beberapa pertanyaan, termasuk apakah Pompeo mau menyampaikan permintaan maaf kepada Yovanovitch, yang bersaksi tahun lalu dalam penyelidikan pemakzulan DPR tentang pemecatannya. Insiden itu juga muncul dalam sidang pemakzulan Trump di Senat yang dipimpin Partai Republik.

Selama wawancara, Pompeo mengatakan dia hanya setuju untuk membahas Iran. Setelah itu, Kelly memberi tahu NPR, Pompeo berteriak dan berulang kali memakinya. Pompeo juga meminta asistennya membawa peta dunia dan meminta Kelly untuk menunjukkan posisi Ukraina dan  Kellly berhasil melakukannya.

Kelly mengatakan staf Pompeo tidak menyatakan bahwa hasil wawancara tersebut agar tidak disiarkan karena “off the record”.

Wakil Presiden Senior Berita NPR Nancy Barnes, mengatakan reporternya itu selalu bersikap jujur. “Mary Louise Kelly selalu bersikap jujur, dan kami mendukung dia soal laporan ini,” kata Barnes. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top