Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Menko Polhukam ditusuk, Polri membantah kecolongan

Foto ilustrasi – pixabay.com

Pelaku penusukan dua orang tidak dikenal yang salah satunya menggunakan cadar berwarna hitam.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Menko Polhukam Wiranto ditusuk dengan luka di perut usai melakukan peresmian di Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Menes, Kabupaten Pandeglang. Pelaku penusukan dua orang tidak dikenal yang salah satunya menggunakan cadar berwarna hitam.

Selain Wiranto yang mengalami luka di perutnya, penyerangan ini juga membawa korban Kapolsek Menes Kompol Dariyanto serta Fuad Sauqi, salah seorang tokoh dari Menes.

Kejadian ini membuat banyak pertanyaan publik, bagaimana bisa pengamanan seorang Menko Polhukam bisa bobol.

Loading...
;

Mabes Polri membantah adanya kecolongan dalam pengamanan Wiranto saat kunjungan kerja di Pandeglang ini. “Tidak ada istilah kecolongan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Kamis, (10/10/2019).

Baca juga : Bangkitnya sel tidur ISIS dan Surabaya Melawan

Ditusuk Pacar, Seorang Anggota Polisi Tewas

Seorang Napi Nusakambangan Tewas Akibat Tusukan

Dedi menjelaskan barikade pengamanan berlapis sudah sesuai dengan prosedur pengamanan pejabat publik. Namun, interaksi dengan masyarakat merupakan hal yang biasa jika ada warga yang minta bersalaman.

“Interaksi pejabat publik dengan masyarakat itu seperti itu, bersalaman, disapa, itu hal yang biasa,” kata Dedi menambahkan.

Menurut dia, barikade untuk pengamanan Wiranto sebagai pejabat negara tetap melekat, ia menyebut ada termasuk pamkatnya dekat dengan panwal. “Prosedur pengawalan dan pengamanan pejabat publik sudah ada pengamanan melekat yang istilahnya protektor pejabat tersebut,” kata Dedi menjelaskan.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lili Romli memandang perlu ada evaluasi standar operasional prosedur (SOP) pengamanan pejabat publik terkait dengan penusukan Wiranto ini.

“Berarti perlu ada SOP pengamanan pejabat publik ini. SOP selama ini seperti apa pengamanannya. Perlu ada evaluasi, karena bagaimana pun pejabat publik harus mendapat perlindungan keamanannya,” kata Lili.

Lili mengatakan peristiwa penusukan Wiranto merupakan kasus pertama yang dia ketahui terkait penusukan pejabat publik yang merupakan seorang menteri oleh seorang warga.

Ia memandang perlu ada penelusuran lebih lanjut sehingga terkait dengan motif penusukan itu. Meski ia menyebut bisa jadi ada kemungkinan muatan politik di balik penusukan Wiranto karena yang diserang adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

“Jadi, ada motif politik, kalau yang menyerang adalah orang waras atau sehat secara psikologis karena yang diserang pejabat politik Menko Polhukam, tidak lepas dari kepentingan politik, bisa terkait dengan pilpres (pemilihan presiden) dan pelarangan gerakan radikal,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top