HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Menuju KLA, fasilitas pendukung belum maksimal

Pelayanan Jaringan Anak dalam sebuah kegiatan bersama anak-anak di Kampung Kehiran, belum lama ini – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Pencanangan Jayapura sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura sejak lima tahun silam, hingga saat ini program tersebut belum berjalan maksimal.

Hal ini bisa dilihat dari fasilitas pendukung yang seharus disiapkan sebagai wadah dan tempat bermain bagi anak di kota maupun di setiap kampung, yang hingga kini belum banyak tersedia.

Anggota DPRD Kabupaten Jayapura dari Fraksi Golkar, Adonia Samonsabra, mengatakan keluarga adalah tempat pertama membina hubungan antara suami istri dan anak serta lingkungan sekitar.

Kendati demikian, fasilitas penunjang sangat dibutuhkan di setiap kampung, distrik, dan juga kabupaten, untuk membiasakan anak-anak dalam lingkungan yang baik dan tetap terkontrol oleh orangtua mereka.

Loading...
;

“Penyiapan fasilitas pendukung seperti tempat bermain bagi anak, lahan terbuka hijau, tempat rekreasi keluarga, tempat belajar, PAUD, dan ruang serbaguna sangat penting bagi anak-anak di masa tumbu kembang mereka. Selama ini sosialisasi saja yang diberikan, tetapi tidak dilengkapi fasilitas pendukung, maka sama saja upaya yang diinginkan tidak akan berkembang,” ujar Adonia, saat ditemui di Sentani, Minggu (7/7/2019).

Terpisah, Asisten III Sekda Kabupaten Jayapura, Timoteus Demetouw, yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, mengaku pihaknya saat ini sementara mengupayakan agar setiap kampung dilengkapi dengan taman bermain atau fasilitas pendukung lainnya.

Dikatakan, dalam waktu dekat ini untuk menyonsong Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2019 mendatang, akan melakukan kegiatan yang melibatkan  anak-anak di semua tingkatan pendidikan di setiap kampung untuk mengikuti kegiatan Forum Anak.

“Anak-anak diberi kesempatan berekpresi dalam semua kegiatan, baik menyanyi, menari, dan juga lomba pidato. Hal ini dilakukan untuk memberikan ruang dan kesempatan kepada setiap anak untuk menemukan jati dirinya dengan dapat tampil di depan umum,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, dalam satu kesempatan mengatakan perhatian terhadap ibu dan anak di daerah ini sudah banyak melibatkan stakeholder dan juga berbagai lembaga swadaya masyarakat, baik lokal maupun nasional. Tidak hanya program yang didukung oleh pemerintah daerah, anggarannya juga diberikan untuk melaksanakan apa yang telah diprogramkan.

“Hal signifikan yang ingin kita temukan dari pencanangan kabupaten layak anak dimulai dari setiap kampung belum begitu nampak, oleh sebab itu, setiap OPD diwajibkan membantu program secara khusus bagi peningkatan ibu dan anak di setiap kampung. Jadi ketika berbicara kesehatan maka dinas bersangkutan harus membuat program bagi ibu dan anak di bidang kesehatan, demikian pula pendidikan, pertanian, olahraga, hingga kepada pembangunan sarana dan prasarananya,” pungkas Bupati Awoitauw. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)