Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Menyiapkan kerajinan lokal untuk PON 2020

Pangan lokal di festival makan papeda di Kampung Abar – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

SAAT ACARA coffee morning dengan jurnalis di Hotel Sani Grand Sentani, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan produk kerajinan dan kuliner masyarakat yang khusus dipasarkan untuk PON 2020 harus sudah mulai terlihat karena pelaksanaan PON semakin dekat.

“Kita sudah informasikan supaya kampung-kampung membuat kerajinan dan kuliner, dana kampung harus mulai mengakomodir program-program untuk menyukseskan PON,” katanya.

Bupati berharap Pemprov Papua segera menetapkan logo PON, apakah yang sekarang sudah tepat atau tidak, agar logo tersebut bisa segera digunakan perajin untuk membuat hiasan logo di atas kerajinan kulit kayu dan lainnya.

“Dalam penyerahan penghargaan pada cabang-cabang olah raga di PON nanti apakah akan diberikan penghargaan dari bahan lokal atau tidak agar masyarakat perajin menyiapkannya,” katanya.

Loading...
;

Perajin juga perlu kepastian untuk spot-spot cabang olah raga agar bisa membuat pada baju kaos, tas, topi, dan produk lainnya.

Kepala kampung dan organisasi perangkat daerah, kata Bupati Awoitauw, harus mendorong kerajinan-kerajinan seperti itu agar ekonomi kreatif masyarakat dapat terangkat dan dikenal oleh tamu PON yang datang nanti.

“Saya pikir hal-hal itu yang sekarang kita kurang dorong, karena kalau itu jalan tentu masyarakat harus mendapatkan porsi yang besar, kalau tidak pedagang dari luar Papua seperti Makassar, Jawa Timur, dan daerah lain akan cepat sekali menjual produknya dan menjamur karena ini iven nasional,” ujarnya.

Awoitauw mencontohkan daerah tempat berlangsungnya pertandingan seperti di Kampung Harapan, Bambar. Di sana seharusnya sudah ada pondok-pondok milik masyarakat.

“Dari Netar dan di Bambar, kampung-kampung sepanjang itu harus ada stan karena aktivitas PON itu sampai ke Bambar, sepanjang jalan itu harus ditata oleh masyarakat kampung,” katanya.

Bupati mengatakan sudah membicarakan gagasan tersebut dengan Dinas Perindagkop dan Dinas Pariwisata. Kedua dinas diminta untuk membuat peta penjualan produk kerajinan.

“Apa saja yang dijual agar masyarakat bisa merasakan manfaat dari PON  ini, kalau tidak itu nanti akan direbut oleh masyarakat yang ahli dalam bidang usaha,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura Joko Sunaryo, mengatakan tempat tersebut sudah disiapkan Dinas Perindagkop dan UMKM. Salah satunya di Kalkhote yang dibangun oleh pemerintah pusat.

“Itu sudah bisa digunakan masyarakat, namun selama ini tidak pernah digunakan, nanti kita gunakan tempat tersebut dan berbicara dengan dinas terkait untuk membahasnya,” katanya.

Kristina Mimin, perempuan asal Pegungan Bintang yang sehari-hari berjualan pinang sambil menyulam noken dari bahan baku kulit kayu yang telah dipintal menjadi benang mengaku siap membuat noken dalam jumlah banyak asalnya bahannya cukup.

“Untuk membuat dalam jumlah banyak kendalanya pada bahan,” katanya.

Untuk mendapatkan bahan kulit kayu yang belum dipintal atau sudah dipintal, selama ini ia harus mencari dari satu daerah ke daerah lain.

“Noken kalau dari Pengunungan Binatang juga ada bermacam jenis dan ukuran juga beda, dan dari daerah lain juga sama saja begitu semua berbeda,” katanya.

Itu tiga anak itu mengatakan sejauh ini yang ia sulam ada yang dipesan dan juga ada yang memang ia buat untuk dijual. Hasil anyamannya relatif murah, paling tinggi Rp300 ribu dan harga tergantung ukuran.

Noken yang ia buat hanya untuk mencukupi kebutuhan hidup.

“Isi waktu kosong, sambil jaga pinang saya bikin noken, kalau fokus itu bisa bikin noken dalam empat hari sampai satu minggu itu jadi, kalau lagi sibuk itu paling dua minggu,” katanya.

Ia mengaku siap untuk membuat noken khusus PON, hanya saya ia belum tahu akan dijual di mana.

“Pasti banyak yang jual nanti, kenapa saya bilang begitu karena orang pendatang ini mereka juga beli apa yang kita punya baru jual, jadi hal itu pasti terjadi nanti,” katanya.

Menurut Mimin jika pemda menyediakan tempat khusus untuk penjual noken dan kerajinan lain pasti akan lebih baik.

“Kita lihat saja kemarin itu pas FDS (Festival Danau Sentani) orang pendatang jualan banyak, terus mereka yang OAP (Orang Asli Papua) jual apa?” katanya.

Ia menyarankan pemda memperhatikan para perajin yang ahli menyulam, baik noken maupun tas belakang, bando, topi, dan lainnya untuk membuat khusus berlogo PON 2020.

“Jujur, saya kurang hanya uang saja dan bahkan teman-teman lain kalau ada kami bikin kelompok dan jual, ini kan kami bawa nama baik Papua dan Kabupaten Jayapura juga dengan begitu tamu yang datang itu bisa bawa pulang oleh-oleh jenis apa saja,” katanya. (*)

Editor: Syofiardi

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top