HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Mesin radioterapi kanker di PNG hanya jadi hiasan

Sudah hampir tiga tahun tidak ada terapi radioterapi yang tersedia untuk pasien kanker di PNG. – ABC News/ Natalie Whiting

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Ramcy Wama datang dari kampungnya di pegunungan tinggi PNG ke jalanan di ibu kota Port Moresby, untuk mencoba menggalang dana demi kesehatannya.

Ia menderita kanker mulut dan telah disarankan untuk mengikuti perawatan radioterapi menggunakan radiasi, tetapi dia tidak bisa mendapatkannya di PNG.

“Mereka merujuk saya ke Filipina untuk ikut radioterapi, jadi mungkin saya perlu sekitar 410.000 Kina,” tutur Wama.

Sudah hampir tiga tahun tidak ada terapi radioterapi yang tersedia untuk pasien kanker di PNG. Satu-satunya mesin radiasi di negara itu memerlukan sumber radioaktif agar dapat dioperasikan, namun unsur sumber radioaktif tidak dapat didatangkan ke negara itu, karena UU tentang keselamatan nuklir belum kunjung disahkan.

Loading...
;

UU itu sudah diresmikan sekitar enam bulan lalu, tetapi mesin radiasi masih tidak berfungsi. Akibatnya, ratusan penderita kanker seperti Wama terpaksa berusaha mati-matian mengumpulkan dana untuk perawatan di luar negeri, atau pulang ke rumah dan menunggu maut.

Ketika ABC Australia menyinggung persoalan dengan Perdana Menteri James Marape, mereka diperintahkan menindaklanjuti pertanyaan itu ke menteri kesehatan.

Sekretaris kesehatan PNG, Pascoe Kase, menjawab bahwa meski undang-undang tersebut telah diresmikan oleh parlemen, peraturan baru dibawah UU itu belum diperkenalkan.

“Hal seperti ini banyak detailnya, dan menemukan sebuah badan di luar kementerian kesehatan untuk menjadi seperti pengawas untuk memastikan kementerian kesehatan mengikuti peraturan yang ada,” katanya. Seorang pengacara dari Australia sekarang sedang bekerja dengan pemerintah untuk membantu menyusun peraturan tersebut.

Pusat kanker nasional saat ini di kota Lae, di mana mesin untuk radioterapi itu berada, dan dilaporkan ada kekurangan tenaga kerja dan dana. Meskipun demikian, jutaan kina telah dihabiskan untuk mendirikan pusat kanker kedua dengan peralatan baru di Port Moresby.

Menteri kesehatan negara itu menerangkan dia berharapan peraturan yang diperlukan ini, akan disetujui oleh parlemen di pertengahan September. (ABC Radio Australia/ Pacific Beat/Natalie Whiting)

 

Editor : Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)