Meski masih trauma, belajar tetap jalan

Meski masih trauma, belajar tetap jalan

Siswa-siswi SD Negeri Kemiri Sentani berada di halaman sekolah – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Pasca banjir bandang Sentani 16 Maret silam, kegiatan belahar mengajar di SD Negeri Kemiri, Sentani, Kabupaten Jayapura kembali mulai berjalan. Hanya sjaa, sebagian murid di sekolah tersebut pindah ke daerah lain. Sementara murid yang tinggal, masih mengalami trauma akibat bencana besar tersebut.

“Dari kejadian banjir ini anak-anak kami ada yang ke Manokwari, Sorong, Biak, dan di daerah lain hanya karena trauma berat,” jelas Kepala sekolah (Kepsek) SD Negeri Kemiri Sentani Kabupaten Jayapura, Lucia Viktoriana Kopeuw, kepada Jubi di Sentani, Senin (13/5/2019).

Agar anak-anak yang keluar daerah ini tidak putus sekolah, kata Lucia, pihak sekolah  melakukan komuniasi intens dengan para orangtua murid.

“Kita juga sudah komunikasi agar keluarga juga berupaya agar anak-anak ini mereka dapat sekolah, namun anak-anak ini tidak bisa kembali lagi,” jelas Lucia.

Lucia ia juga berharap walau pindah ke daerah lain namun anak-anak tetap harus sekolah.

“Anak-anak itu tidak boleh putus sekolah. Kami juga berharap fasilitas dan penataan sekolah ini telah terjawab namun membutuhkan proses dengan hadirnya Bapak Presiden di sekolah ini,” kata Lucia.

Lisera Wenda, salah satu orangtua siswa, mengatakan saat ini diakui masih ada rasa takut tapi karena anak-anak harus sekolah.

“Mau pindah kemana? Rumah sudah tidak ada, kalau bilang takut memang takut, rumah dekat kali juga jadi,” ucap ibu dua anak ini.

Ia mengatakan saat ini mereka masih tidur di ruang Taman Kanak-kanak (TK).

“Kasur yang kita pake hanya bisa dua badan jadi kalau tiga orang ada yang tidur di atas meja-meja, yang penting aman untuk saat ini,” kata Lisera Wenda. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)