Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Minat warga Jayapura menjadi guru PAUD sangat kurang

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Cliford Korwa saat diwawancara. – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Cliford Korwa menyatakan minat warga untuk menjadi guru Pendidikan Anak Usia Dini sangat kurang. Sulitnya mengasuh dan mendidik anak usia dini menjadi salah satu penyebabnya.

Korwa menyatakan, idealnya satu rombongan belajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terdiri dari 15 anak dibina oleh dua orang guru. “Akan tetapi, di Jayapura tidak. Di Jayapura, terdapat 110 PAUD, dan jumlah guru PAUD di Jayapura hanya 163 orang. Mereka rata-rata berlatar belakang pendidikan SMA, D2, dan D3,” ujar Korwa di Jayapura, Senin (29/4/2019).

Korwa menduga salah satu penyebab minimnya minat warga Jayapura menjadi guru PAUD adalah sulitnya mengasuh anak berusia dini. Selain itu, tuntutan kerja seorang guru PAUD pun tidak mudah, mulai dari meningkatkan kapasitas dalan proses belajar mengajar, menyiapkan alat peraga, mempelajari kurikulum, hingga menyampaikan satuan pembelajaran harian dan mingguan. “Kita tahu anak berusia dini sangat aktif, suka belajar sambil bermain,” kata Korwa.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengakui menjadi guru PAUD membutuhan keterampilan tersendiri. “Jadi guru PAUD memang tidak mudah karena membutuhkan kesabaran, inovasi dan kreatifitas agar peserta didik PAUD bisa menerima ransangan ilmu yang diajarkan. PAUD merupakan tempat anak hanya bersenang-senang. Saya harapkan PAUD bukan hanya menjadi tempat penitipan anak,” ujar Tomi Mano.

Loading...
;

Menurut Tomi Mano, menjadi seorang guru PAUD ibarat seorang petani karena seorang petani berusaha bibit yang ditanamnya tumbuh baik dan menghasilkan buah yang berkualitas. “Anak usia dini, yang merupakan penerus pada saat mendatang. Kami berupaya (meningkatkan kualitas pendidikan PAUD) dengan menyekolahkan kembali guru PAUD ke perguruan tinggi, agar mereka menjadi sarjana,” ujar Tomi Mano. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top