Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Minuman beralkohol penyebab semakin sedikitnya Orang Asli Papua

Pemateri Lesio Pahabol sedang menerima penghargaan dari KPMY atas Materi yang diberikan dengan tajuk “Minuman beralkohol senjata ampuh untuk memusnahkan Generasi Penerus Bangsa dan Negara tapi lebih khususnya Generasi Papua” di Hom Hotel, Sabtu (23/2/2019).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Minuman beralkohol ditengarai menjadi salah satu penyebab musnahnya Orang Asli Papua. Dosen Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (Uncen), Lesio Pahabol mengatakan, maraknya peredaran minuman keras menjadi problem yang harus dituntaskan di Papua. Ia berharap generasi muda Papua bisa menyadari bahaya minuman beralkohol bagi kesehatan dan keberadaan masyarakat Papua.

“Minuman Beralkohol bukan budayanya orang Papua. Orang Papua sejak dulu hingga turun temurun hidup baik dan bebas dari minuman keras, namun dengan adanya peradaban baru, orang Papua mengenal satu persatu hingga sekarang sehingga seperti mendarah daging. Akibatnya  susah lepas dan sedang terjadi pemusnahan bagi orang Papua diatas negerinya sendiri,” kata Lesio Pahabol dalam diskusi yang digelar oleh Komunitasi Pelajar dan Mahasiswa Yahukimo(KPMY), akhir pekan lalu.

Dalam diskusi ini Lesio kembali menekankan pentingnya generasi muda Papua bebas dari berbagai hal yang merugikan, salah satunya adalah minuman beralkohol. Menurutnya tanggung jawab untuk membebaskan Papua dari minuman beralkohol adalah seluruh elemen baik pemerintah, gereja dan masyarakat luas.

“Masih muda, belum sampai usia 70 tahun, turun ke liang kubur karena minuman beralkohol, itu bukan kehendak Tuhan tetapi kehendak alkohol,” katanya.

Loading...
;

Ia bahkan meminta kepada para Pendeta untuk tak memimpin ibadah pemakaman bagi warga yang meninggal akibat alkohol.  Menurutnya pemuda yang mengkonsumsi alkohol adalah pemuda yang lalai dan jauh dari Tuhan. Sebagai generasi muda, seharusnya Pemuda Papua bisa mengoptimalkan potensi yang ada untuk memajukan Papua.

“Saya mengharapkan orang Papua berhenti meminum minuman beralkohol, karena alkohol bukan budaya kita orang Papua,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Pelajar dan Mahasiswa Yahukimo (KPMY) Habel Busop mengatakan, materi tentang Miras sengaja dimasukkan dalam salah satu program mengingat dampaknya yang cukup besar bagi masyarakat Papua.

“Jadi Miras ini isu sensitif bagi generasi Milenial saat ini. Miras ini satu hal yang harus dimusnahkan di atas tanah Papua ini, terutama generasi penerus Papua saat ini. Karena Miras adalah membunuh karakter yang bisa berfikir yang baik. Miras musuh kita,” kata Habel Busop.(*)

 

Editor       : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top