Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Misa perdana di Modio, ini nama adat Pastor Yuvensius Tekege

Tetua Modio, Yonas Tekege mengenakan ‘waiyoo’ di kepalanya Pastor Yuvensius Tekege, Pr setelah diberikan nama adat ‘Auki Iyabii’, Minggu, (13/10/2019) – Jubi/Abeth You

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Modio, Jubi – Pastor Yuvensius Tekege, Pr telah melaksanakan misa perdananya di Gereja Katolik Santa Maria Bunda Rosario Modio, Dekenat Kamuu – Mapia, Keuskupan Timika, pada Minggu, (13/10/2019).

Pada misa itu Pastor Yuvensius yang baru saja ditahbiskan pada 4 Oktober 2019 bersama empat rekannya di gereja Katedral Tiga Raja Timika oleh Uskup Agats, Mgr. Aloysius Murwito,OFM ini diberikan nama adat ‘ Auki Iyabii’.

Pemberian nama digelar di halaman Gereja Katolik Modio sebelum perayaan misa syukur dimulai oleh tiga orang tetua Modio, di antaranya Yonas Tekege didampingi Barnabas Boga dan Yulius Pugiye disaksikan ratusan umat.

Awalnya saling berikan nama adat dari keluarga besar Yipai, Tigi Barat dan mereka yang datang dari Epouto,Tage. Namun semua ditolak oleh tiga orang diatas sebab pemberian nama sesuai dengan mimpi yang disampaikan oleh sang Ilahi.

Loading...
;

“Kiike Auki Iyabii kiimenegaoo yang artinya Pastor ini kami beri nama adat Auki Iyabii (Auki yang baru),” teriak tetua Modio, Yonas Tekege langsung diiyakan oleh semua orang.

Perayaan misa syukur didampingi Pastor Paroki setempat, P. Alfonsius Biru Kira, Pr itu berjalan penuh hikmat. Semua umat Katolik dari 10 stasi turun hadir, mereka menyanyikan lagu-lagu tradisional nan merdu.

Dalam homili, P. Yuvensius Auki Iyabii Tekege, Pr mengungkapkan alasan digelarnya misa perdananya di Mapia Tengah. Menurutnya, misa tersebut sesuai petunjuk Tuhan Allah melalui pergumulannya sejak ditahbiskan menjadi Diakon tahun 2013 silam di paroki Kristus Terang Dunia Waena oleh Mgr. Leo Laba Ladjar, OMF.

“Sejak tahun 2014 itu sudah ada petunjuk oleh Tuhan Allah dan Auki Tekege. Makanya setelah ditahbiskan jadi Imam saya berinisiatif harus ke Modio. Jadi ini bukan rencana saya,” kata Pastor Auki Iyabii Tekege.

Ia juga mengajak semua orang Mee agar harus bangun dari segala keterpurukan selama ini. Lebih dari itu tak boleh saling iri hati sesama ciptaan Tuhan Allah.

“Ayo kita bangun, sudah cukup lama kita tidur. Jangan tidur terus, nanti kita tertidur. Saling membenci, dengki, iri hati harus lepaskan sekarang. Mari kita memulai, mulai semuanya,” katanya ajak.

Dewan Paroki Modio, Martinus Kedeikoto mengaku terharu atas kehadiran Imam baru itu sebab selama ini tak pernah dilakukan. Padahal kata dia, Modio merupakan pusat peradaban suku Mee yang dilupakan semua.

“Ada beberapa Imam baru biasa datang rayakan misa perdana tapi itu setelah mereka diberikan nama adat dari tempat lain. Tapi kalau Pastor Yuven berbeda, ia datang untuk dapatkan nama adat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran Pastor Auki Iyabii sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak muda agar bisa memilih hidup untuk membiara.

Panitia misa perdana, Silvester Tekege mengatakan ketika Imam baru menyambangi makam Auki Tekege setelah tiba di Modio terjadi guntur satu kali di puncak gunung Tiho.

“Saat Pastor Yuven berdoa di makam Auki terjadi guntur dan kilat di puncak gunug Tiho, di puncak itulah mediang Auki Tekege membawa Pastor Thillemans berjalan kaki dari Kokonau dan lakukan perayaan ekaristi pertama di kaki gunung Tiho tahun 1935,” ungkapnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top