Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Misionaris digugat atas pelecehan seksual di Kepulauan Solomon

Setelah Rietveld meninggalkan Kepulauan Solomon sekitar enam tahun yang lalu, mereka mulai menerima laporan pelecehan seksual oleh beberapa remaja perempuan, dan investigasi pun dimulai. – Royal Solomon Islands Police Force 2018

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Honiara, Jubi – Seorang misionaris Australia berusia 72 tahun telah dituduh melecehkan anak remaja perempuan setempat dari 2010 hingga 2012, ketika ia melayani di Kepulauan Solomon.

Polisi menangkap Pendeta Kevin Rietveld pada 24 Juni 2019 di Honiara, saat ia tiba di Kepulauan Solomon untuk berkunjung, dan telah menahannya sejak itu. Rietveld telah melayani di negara itu sebagai misionaris Kristen, di mana dia memimpin kantor misi di sana.

Menurut pernyataan pihak kepolisian, setelah Rietveld meninggalkan negara itu sekitar enam tahun yang lalu, mereka mulai menerima laporan pelecehan seksual oleh beberapa remaja perempuan yang disponsori oleh misi, dan investigasi atas kasus penyerangan seksual pun dimulai.

“Setelah ia kembali mendarat di Honiara pada tanggal 23 Juni, detektif dari Tim Penyerangan Seksual dibawah National Criminal Investigations Department (NCID) menahan Rietveld pada 24 Juni 2019, menggugatnya secara resmi, dan membawanya ke pengadilan di mana ia diperintahkan untuk ditahan,” Pelaksana Tugas Wakil Direktur NCID, Detektif Inspektur Michael Bole berkata.

Loading...
;

“Saya ingin memuji keberanian para korban yang masih anak-anak pada saat dugaan insiden itu terjadi, untuk maju ke polisi dan melaporkan dugaan serangan tidak senonoh ini,” tambahnya.

“Sayangnya, banyak penyerangan seksual dilakukan oleh orang-orang yang memiliki posisi terpercaya, dan hal itu mempersulit para korban untuk melaporkan hal-hal ini dan mencegah terjadinya pelanggaran lagi.”

“Kasus ini menunjukkan meningkatnya kekuatan perempuan, masyarakat, dan RSIPF, dalam melaporkan dan menindaklanjuti kasus-kasus kekerasan seksual.”

“Bahkan jika orang asing di posisi penting adalah tersangkanya, dan mereka telah meninggalkan Kepulauan Solomon, hal itu tidak akan menghentikan RSIPF dari menegakkan keadilan.”

“Kami tetap berpikiran terbuka dalam investigasi kami dan sadar ada kemungkinan masih ada lebih banyak korban, yang karena alasan mereka sendiri, mungkin enggan berbicara kepada polisi.”

“Kami mendorong siapa pun yang mungkin juga pernah menjadi korban, atau tahu tentang kasus ini, untuk berbicara dengan polisi,” tambah Inspektur Bole.

Rietveld akan menghadapi pengadilan 9 Agustus mendatang. (Solomon Star News/Bryan Luvena)


Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top