Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

MMF Forum : Jurnalis Melanesia soroti kebebasan pers di kawasan

Profesor David Robie dari Auckland University of Technology menyampaikan materi tentang kebebasan pers di kawasan Melanesia dalam MMF Forum – IST

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejumlah jurnalis di kawasan Melanesia mendeklarasikan Melanesia Media Freedom Forum (MMF Forum) di Brisbane, Australia, Selasa (12/11/2019). Forum ini didirikan karena pengertian tentang jurnalistik yang lebih baik diperlukan untuk demokrasi di Melanesia.

“Kesadaran akan peran akuntabilitas yang dimainkan oleh para jurnalis dan perlunya mereka untuk menggunakan keterampilan professional mereka tanpa rasa takut sangat penting untuk berfungsinya demokrasi kita,” ungkap Scott Waide, jurnalis asal Papua New Guinea (PNG).

Waide yang bekerja untuk saluran televisi EMTV menambahkan ada kebutuhan mendesak bagi media untuk menegaskan perannya sebagai sumber yang akurat dan tidak memihak dan untuk memainkan peran dalam membangun literasi media sosial dan pengertian publik tentang cara mengidentifikasi sumber informasi yang kredibel.

Forum ini mencatat beberapa persoalan utama di kawasan Melanesia yang dianggap sebagai kendala terwujudnya kebebasan pers.

Loading...
;

Diantaranya termasuk undang-undang yang membatasi, intimidasi, ancaman politik, ancaman dan penuntutan hukum, penyerangan dan kekerasan polisi dan militer, penahanan illegal, penyerangan online, rasisme terhadap kelompok etnis dan ancaman lain yang selalu terjadi terutama pada wartawan muda dan wanita yang mungkin menghadapi kekerasan baik di pekerjaan dan di dalam rumah mereka sendiri.

“Selain itu, informasi yang salah, propaganda dan berita palsu adalah masalah yang terus berkembang,” tambah Samisoni Pareti, jurnalis asal Fiji.

Menurutnya, ada kekhawatiran yang meluas tentang informasi yang salah dan materi ofensif yang diposting di platform media sosial. Terkadang oleh sumber-sumber anonim, beberapa dari mereka adalah aktor negara dan partisan partai politik. Peran media sebagai penangkal, dan sebagai sumber penyeimbang informasi yang diverifikasi kurang diakui dan kurang didukung.

Forum ini menympulkan para wanita di media menghadapi tantangan tambahan. Para wanita kurang terwakili di banyak ruang redaksi dan manajemen media. Mereka dapat mengalami tantangan tambahan dalam diakui dan ditanggapi oleh orang-orang yang berwenang dan mereka juga menghadapi ancaman keselamatan termasuk pelecahan seksual, kekerasan berbasis gender, dan harapan dari partner dan keluarga.

Kebebasan pers di masing-masing Negara kawasan Melanesia pun menjadi perhatian forum. Fiji misalnya. Negara ini diminta membatalkan pasal dalam regulasi tentang media yang berdampak pada hukuman kejam dan ketidakjelasan pelanggaran yang memiliki efek mencekik pada kebebasan pers.

Pemerintah Indonesia diminta membuka akses kepada jurnalis asing, anggota perlemen dan pengamat independen ke Papua. Forum juga mendesak pemerintah Indonesia melakukan penyelidikan dan membawa ke pengadilan mereka yang bertanggung jawab atas serangan terhadap jurnalis dan kelompok yang mensponsori penyebaran berita bohong, hoax dan palsu tentang Papua.

Forum yang berlangsung di Universitas Griffith, Brisbane selama dua hari (11-12 November) ini diikuti oleh jurnalis-jurnalis dari PNG, Fiji, Kepulauan Solomon, Bougainville, West Papua dan Vanuatu. (*)

Editor : Victor Mambor

 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top