Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Momok kartu kuning, ini jawaban JFT

Ibrahim Conteh harus diganjar kartu kuning pada menit ke 22 oleh wasit saat Persipura menghadapi PSIS Semarang. Dalam pertandingan tersebut Persipura berhasil meraih kemenangan 1-3 atas tuan rumah – Jubi/PT. Liga Indonesia Baru.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Persipura terbilang panen kartu dari sejumlah laga yang dijalani dalam kompetisi Liga 1 2019. Ada beberapa catatan laga, di mana pasukan Jacksen Tiago tersebut menuai empat hingga enam kartu kuning. Bahkan, dalam laga tersebut juga para pemain Mutiara Hitam diganjar dengan kartu merah oleh wasit yang memimpin pertandingan.

Dari 19 laga yang sudah dijalani Persipura, ada sedikitnya dua laga para pemain Persipura menerima empat kartu kuning yakni saat melawan tuan rumah PSS Sleman. Muhamad Tahir, Samassa, Ibrahim Conteh, dan Gunansar Mandowen menerima masing-masing satu kartu kuning, dan dalam laga tersebut Persipura berhasil menahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1. Gol Persipura dicetak oleh Muhamad Tahir menit ke 45.

Laga selanjutnya yaitu melawan tuan rumah Persebaya Surabaya. Persipura harus kalah 1-0. Dalam laga tersebut ada empat pemain Persipura dikenai kartu kuning, diantaranya Muhamad Tahir, Oh In-Kyun, Titus Bonai, dan Andre Ribeiro.

Selanjutnya saat menghadapi tuan rumah Persela Lamongan yang berkesudahan 2-2, Persipura diganjar empat kartu kuning plus satu kartu merahyang didapat oleh  Oh In-Kyun, Ronaldo Mesido, Titus Bonai, Ricardo Salampessy, Boaz Solossa dan Marinus Wanewar.

Loading...
;

Yang menarik adalah, ada dua laga di mana Persipura mendapatkan enam kartu kuning. Laga pertama adalah saat menghadapi tuan rumah PSIS Semarang yang berkesudahan 1-3 untuk kemenangan Persipura. Tiga gol tersebut diciptakan oleh gol bunuh diri pemain PSIS Semarang atas nama Soni Setiawan, dan dua gol Persipura dicetak oleh Todd Fere dan Titus Bonai. Sedangkan pemain yang mendapatkan kartu kuning adalah Oh In-Kyun, Samassa, Ibrahim Conteh, Gunansar Mandowen, Todd Fere, dan Ricardo Salampessy.

Laga kedua yang sempat membuat sang pelatih bertanya-tanya dengan keputusan wasit adalah pada laga menjamu tamunya PSM Makassar pada Jumat (27/9/2019) malam, dimana Persipura juga mendapatkan enam kartu kuning yang didapat oleh pemain Muhamad Tahir, Valentino Telaubun, Ibrahim Conteh, Israel Wamiau, Ricardo Salampessy, dan Boaz Solossa.

Dalam laga tersebut, Persipura berhasil meraih kemenangan 3-1, dan tiga gol Persipura dicetak masing-masing oleh Gunansar Mandowen dan Titus Bonai memborong dua gol. Melihat serangkaian kartu kuning yang didapatkan anak asuhnya di beberapa pertandingan, khususnya pertandingan saat melawan PSM Makassar, Jacksen Tiago pun angkat suara.

Menurut pelatih asal Brasil tersebut, pada laga kontra PSM Makassar ada sesuatu yang lain daripada biasanya. Namun dirinya enggan berkomentar lebih jauh soal kepemimpinan wasit pada pertandingan tersebut, karena menurutnya satu mulut melawan banyak mulut akan tidak ada artinya.

“Kalau saya sebenarnya soal kartu itu, pertandingan babak pertama ok, tetapi babak kedua saya mulai mendidik anak asuh saya untuk tidak mendapat banyak kartu dan lebih pintar untuk menghadapi situasi yang terjadi tadi. Yang jelas pertandingan pada babak pertama dengan kedua sangat jauh berbeda. Sampai Ferdinan Sinaga (pemain PSM Makassar) mengeluarkan kalimat bahwa mungkin wasit ingin kita di sini berkelahi,” kata JFT sapaan akrabnya kepada Jubi melalui sambungan telepon selularnya, Sabtu (28/9/2019).

JFT sangat menyayangkan, laga antara Persipura melawan PSM Makassar yang merupakan laga derby tim wilayah timur tersebut sedikit tercoreng oleh kepemimpinan wasit yang tidak sesuai dengan marwah sepak bola, dimana wasit harus bertindak seadil-adilnya dalam memimpin sebuah laga.

“Sayang sekali karena derby dari timur lebih tidak menarik dari aspek permainan, dan saya rasa pelatih PSM adalah seorang yang pintar dalam menciptakan taktik yang baik dan saya juga mempunyai motivasi untuk menghadapi dia, tetapi kalau kita melihat jalannya pertandingan lebih banyak benturan sehingga kurang menarik. Tapi itu adalah sebuah derby. Kita harus memahami sebuah derby, Barcelona dan Real Madrid pun melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Mantan asisten Persipura dan juga legenda hidup Persipura Mettu Dwaramuri mengatakan, kartu kuning dan merah adalah sebuah hal yang biasa dalam dunia sepak bola.

“Saya rasa itu biasa para pemain mendapatkan kartu dalam sebuah laga di sepak bola. Dan saya juga sepakat kalau dibilang banyak kartu yang dikeluarkan oleh wasit karena intensitas laga tersebut cukup ketat dank eras namun elegan,” katanya kepada Jubi melalui sambungan telepon selularnya.

Kata Mettu, pemain yang sering mendapatkan kartu kuning atau merah adalah pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan, serang dan pemain belakang.

“Mereka hampir di setiap pertandingan akan mendapatkan kartu baik itu kartu kuning maupun merah. Karena apa yang mereka kerjakan di lapangan adalah menahan agar gawang mereka tidak kebobolan oleh lawan,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top