Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

MRP: Besok mahasiswa eksodus bertemu Forkopimda Papua

Ketua MRP Timotius Murib pada Selasa (21/1/2020) meninjau pemasangan tenda di halaman Kantor MRP untuk mempersiapkan rapat terbuka MRP yang akan diikuti mahasiswa eksodus dan Forkopimda Provinsi Papua. – Jubi/Benny Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Majelis Rakyat Papua atau MRP akan menggelar rapat terbuka untuk mempertemukan para mahasiswa eksodus dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda Provinsi Papua, Rabu (22/1/2020). Rapat terbuka itu akan digelar di halaman Kantor MRP di Kota Jayapura.

Pada Selasa (21/1/2020), tenda besar telah didirikan di halaman Kantor MRP. Tenda besar itu akan menjadi tempat digelarnya rapat terbuka yang mempertemukan para mahasiswa eksodus dengan para pimpinan daerah di Provinsi Papua.

Ketua MRP, Timotius Murib menyatakan pihaknya telah mengundang seluruh anggota dan pimpinan MRP, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Jhony Banua Rouw, Pemerintah Provinsi Papua, dan pimpinan TNI/Polri di Papua. “Sebagai orang tua, Forkompimda ingin mendengar perwakilan mahasiswa eksodus,” kata Murib di Jayapura, Selasa (21/1/2020).

Sejak persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua terjadi di Surabaya pada 16 dan 17 Agustus 2019, ribuan mahasiswa Papua yang berkuliah di luar Papua melakukan eksodus dan pulang ke Papua. Eksodus terjadi setelah sejumlah asrama atau pemondokan mahasiswa Papua di berbagai kota studi didatangi aparat keamanan atau dipersekusi organisasi kemasyarakatan.

Situasi itu membuat mahasiswa Papua merasa tidak nyaman dan aman, sehingga meninggalkan kuliahnya dan pulang ke Papua. Polda Papua memperkirakan jumlah mahasiswa eksodus yang meninggalkan berbagai perguruan tinggi di luar Papua itu mencapai 3.000 orang. Sementara Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura menyatakan jumlah mahasiswa eksodus di Papua mencapai 6.000 orang.

Murib menyatakan Forkopimda akan menghadiri pertemuan itu, mengingat masa depan para mahasiswa eksodus akan menjadi tumpuan masa depan Papua. “Kalau ada yang mau kembali studi, kita dengar. Karena pendidikan itu sangat penting,” kata Murib.

Loading...
;

Menurutnya, Gubernur Papua Lukas Enembe tidak akan menghadiri petemuan itu. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua akan diwakili oleh Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal atau Sekretaris Daerah Provinsi Papua Hery Dosinaen. “Sekretaris [Daerah] dan atau Wakil [Gubernur] yang akan hadir,” ujar Murib.

Anggota kelompok Posko Induk Mahasiswa Eksodus di Jayapura, Kaitanus Ikinia menyatakan pihaknya telah menerima undangan rapat terbuka itu. Akan tetapi, Ikinia menyatakan pihaknya belum tentu membacakan pernyataan sikap bersama mahasiswa eksodus dalam rapat terbuka itu.

Ikinia membenarkan pihaknya telah dua kali bertemu Ketua MRP Timotius Murib, dan meminta MRP mempertemukan para mahasiswa eksodus dengan Ketua MRP, Ketua DPR Papua Jhony Banua Rouw dan Gubernur Papua Lukas Enembe. Mereka ingin membacakan pernyataan sikap bersama mahasiswa eksodus di depan ketiga pimpinan Provinsi Papua itu.

“Kami [memang ingin] bacakan pernyataan sikap. [Akan tetapi], kalau salah satu dari ketiga lembaga tidak hadir, kami tidak akan baca [pernyataan sikap kami]. Kami akan terus desak untuk ketiganya harus hadir [bersama-sama menemui mahasiswa eksodus],” kata Ikinia.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top