Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

MRP menyeru agar semua pihak hentikan budaya kekerasan

Ketua Majelis Rakyat Papua, Timotius Murib. – Jubi/Roy Ratumakin

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Majelis Rakyat Papua menyeru agar semua pihak menghentikan budaya kekerasan di Papua. Majelis Rakyat Papua menegaskan aparat keamanan maupun seluruh warga di Papua harus menghentikan budaya kekerasan, karena kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah.

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Timotius Murib di Jayapura, Papua, Kamis (3/9/2019). “Demi keadilan, perdamaian dan hak asasi manusia, MRP menyeruhkan kepada semua pihak untuk menjaga Papua dengan damai. MRP minta kepada semua, hentikan budaya kekerasan,” ungkap Murib yang menyebut seruan MRP itu dirumuskan dalam penutupan masa reses ketiga MRP di Jayapura pada 29 September 2019 lalu.

Menurut Murib, seruan itu lahir dari keprihatinan atas dampak dari persekusi dan tindakan rasisme terhadap para mahasiswa Papua di Surabaya yang terjadi pada 16 dan 17 Agustus 2019 lalu. Persekusi dan rasisme itu telah memicu gelombang unjukrasa di berbagai kota di Papua dan luar Papua.

Sejumlah unjukrasa berlangsung damai, namun ada pula unjukrasa yang berakhir dengan kerusuhan, perusakan, dan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa. Kekerasan antara lain terjadi di Fakfak, Manokwari, Jayapura, Deiyai, hingga Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya. Kekerasan terjadi dalam bentuk amuk massa, atau bentrokan antar warga, ataupun penindakan aparat terhadap pengunjukrasa.

Loading...
;

MRP mengajak orang asli Papua untuk membangun kesatuan dan persatuan di Papua, tanpa membedakan asal daerah, suku, maupun pilihan politik setiap orang asli Papua. “Kepada seluruh orang asli Papua, bersatu menjaga kedamaian tanah Papua,” demikian seruan tertulis MRP.

Orpa Anari, anggota Kelompok Kerja Perempuan MRP ke Kabupaten Jayawijaya, mengajak perempuan Papua membangun persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan perdamaian di Papua. “Kita harus mulai bersatu. Hilangkan [perbedaan] gunung dan pantai. Kita ini satu Papua,” ungkapnya dalam diskusi dengan sejumlah tokoh dan aktivis perempuan Papua di Sentani, ibukota Kabupaten Jayapura, Papua.

Siska Abugau, ketua tim kunjungan tim Pokja Perempuan MRP ke Kabupaten Keerom menyampaikan hal yang sama. “Mari kita perempuan-perempuan ini bersatu mendukung perempuan Keerom dan kita semua bersatu,” ungkapnya dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Keerom pada 22 September 2019.

Kata dia, perjuangan perempuan tidak akan tercapai kalau perempuan tidak bersatu. Perempuan tidak akan pernah terlibat dalam menentukan dan memutuskan kebijakan pembangunan. “Untuk terlibat dalam pembangunan, kuncinya perempuan bersatu,” ungkapnya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top