Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

MRP: Orang Papua harus menjaga tanah warisan nenek moyang

Ketua Majelis Rakyat Papua atau MRP, Timotius Murib. – Jubi/Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Majelis Rakyat Papua mengajak seluruh orang asli Papua berhenti mengalihkan kepemilikan tanah hak ulayatnya kepada pihak lain. Relasi tanah dengan masyarakat adat Papua adalah sakral, sehingga masyarakat adat di Papua seharusnya tidak melepaskan tanah ulayatnya kepada pihak manapun.

Hal itu dinyatakan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Timotius Murib di Jayapura, Selasa (19/11/2019). “Nenek-moyang berikan [tanah] kepada kita itu sakral. Jadi [tanah ulayat itu] tidak boleh diberikan kepada orang lain,” kata Timotius Murib.

Menurutnya, orang Papua harus memanfaatkan tanah untuk kepentingan hidupnya, keluarganya, serta anak-cucu mereka dengan mengolah tanah, sehingga mendapatkan manfaat ekonomi dari tanah ulayatnya. Murib menegaskan pemanfaatan itu tidak boleh diartikan sebagaia hak untuk menjual atau melepaskan kepemilikan tanah ulayat.

“Tidak boleh jual. Orang Papua harus menikmati tanah yang diberikan atau diwariskan nenek-moyang dengan cara mengolahnya,”ungkapnya.

Loading...
;

Murib menyatakan seharusnya orang asli Papua bisa memanfaatkan tanahnya dengan dua cara. Pertama dengan memastikan hak kepemilikan peorangan maupun hak ulayat yang bersifat kolektif. “Tanah itu ada sertifikat komunal. Mari kita buat sertifikat komunal,”ungkap dia kepada jurnalis.

Kedua, orang asli Papua tidak boleh menerlantarkan tanah. Orang Papua harus mengolah lahan agar bisa menghasilkan dan mencukupi kebutuhan hidup mereka. “Bisa olah menjadi lahan pertanian, perkebunan, perikanan, atau yang ada keuntungan ekonomi,” kata Murib.

Ketua Kelompok Kerja Adat MRP, Demas Tokoro menyebut tanah sebagai harta karun bernilai tinggi untuk orang asli Papua. “Itu warisan nenek moyang yang tidak akan pernah habis,” kata Tokoro kepada jurnalis Jubi di Jayapura, Selasa.

Dengan tanahnya, orang Papua ada dan akan hidup sebagai orang asli Papua. Dengan kepemilikan tanah itu, orang Papua menjadi orang asli dan dihargai.

“Kalau [sebuah keluarga] menjual [tanah ulayatnya], berarti habis riwayat keluarga itu. Keluarga itu sudah tidak punya harta karun lagi. Generasi yang akan datang tidak punya apa-apa lagi, karena [tanah harta karunnya] dijual hari ini,” kata Tokoro.

Timotius Murib menyatakan MRP secara terus menerus berkampanye pentingnya penyalamatan orang asli Papua maupun tanah orang asli Papua. “Dalam rangka penyelamatan itu, MRP sudah mengeluarkan seruan dalam bentuk maklumat stop jual tanah,” kata Murib merujuk Maklumat MRP Nomor 04/MRP/XII/2018 tentang Larangan Transaksi Jual Beli Lepas Tanah Milik Masyarakat Adat kepada Pihak Lain yang ditetapkan di Jayapura pada 21 Desember 2018 lalu.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top