Mulai 1 September, Kantor Distrik Sentani menerima sampah masyarakat

Mulai 1 September, Kantor Distrik Sentani menerima sampah masyarakat

Kepala Distrik Sentani, Budi P. Yoku, saat wawacara di ruang kerjanya – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Kepala Distrik Sentani, Budi P. Yoku, mengatakan mulai 1 September 2019, pihaknya akan menerima sampah yang dibawa oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan administrasi di Kantor Distrik Sentani.

Hal ini dilakukan, kata Budi, sebagai wahana sosialisasi kepada masyarakat untuk terus menjaga lingkungannya dari sampah, tetapi juga untuk mendorong program pemerintah daerah terkait Go Adipura 2019 serta menumbuhkembangkan kesadaran terhadap pentingnya lingkungan yang aman, nyaman, dan bersih di kalangan masyarakat.

“Ada tiga kelurahan dan tujuh kampung yang akan kami terapkan program ini, jadi masyarakat yang ingin mengurus semua kebutuhan pelayanan adminitrasi di kantor Distrik Sentani diwajibkan membawa sampah plastik dan kertas dari rumah masing-masing,” jelas Budi Yoku, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/5/2019).

Dikatakan, secara teknis untuk berat dan jenis sampah yang wajib dibawa oleh masyarakat ke kantor distrik akan dikoordinasi lagi dengan pihak pengelola bank sampah Kenambai Umbai. Sementara, legal standing dari aturan yang akan diterapkan ini juga akan didiskusikan dengan pemerintah daerah.

“Distrik Sentani akan jadi pilot project program ini. Untuk mendukungnya sudah pasti ada tempat-tempat sampah sektoral yang dibangun di sini. Tentunya hal yang sama juga akan dilakukan di tingkat bawah dengan membangun tempat sampah unit di setiap kelurahan,” ujarnya.

Budi juga mengatakan langkah awal project ini sudah diterapkan pada Pekan Olahraga Distrik (Pordis), di mana setiap tim yang ingin mendaftar dan mengikuti lomba di setiap cabang olahraga harus mengumpulkan sampah seberat satu ton sebagai syarat keikutsertaan dalam Pordis.

Sementara itu, Saiful, konsultan bank sampah Kenambai Umbai, mengatakan pembangunan tempat-tempat sampah di tingkat bawah sebagai unit penampung dan di tingkat distrik sebagai sektoral juga sangat penting.

“Dengan membiasakan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya akan sangat membantu masyarakat itu sendiri untuk kembali berpikir bagaimana mengelola sampah yang akan dibuangnya. Paling tidak, ada yang dipilah untuk dapat dikonversikan menjadi uang melalui bank sampah yang sudah ada,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)