Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Musa Haluk siap bawa “perahu” KAPP keliling Papua

Jayapura, Jubi – Usai dilantik sebagai Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) 2018-2023, Musa Haluk berjanji siap membawa “perahu” pengusaha asli Papua mulai dari kepala burung sampai di ekor. Karena meskipun secara pemerintahan terpisah, tetapi secara ekonomi tidak.

“KAPP merupakan anak dari dewan adat Papua. Untuk itu, perahu ini saya siap kemudikan sampai di pelosok-pelosok kampung ,” kata Haluk usai dilantik Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen, di Jayapura, Selasa (26/2/2019).

Ia tekankan, KAPP merupakan jembatan bagi pengusaha asli Papua, sehingga kepengurusan kali ini siap mengakomodir seluruh pengusaha asli Papua, dengan mengusung visi misi membangun mulai dari dusun dan menata pembangunan dari kampung.

“Hari ini kami tidak akan menjawab apa yang kami lakukan, tetapi kami siap bawa perahu ke kampung untuk apa yang kita harus kerja dan apa yang harus diberikan bagi negeri ini,” ucapnya.

Loading...
;

Menanggapi itu, dirinya mengajak seluruh pengurus untuk menyatukan tekad membangun dan menyiapkan orang asli Papua menjadi pengusaha Papua yang sukses, mandiri dan siap membantu sesama orang Papua agar hidup makmur, aman dan adil.

“Orang asli Papua harus benar-benar merasakan menjadi tuan di atas tanahnya sendiri,” kata Musa Haluk.

Ketua Dewan Adat Papua, Dominikus Surabut menekankan keberadaan Orang Asli Papua bukanlah pendatang, pengemis, pemberontak tapi tuan di atas tanah ini.

“Kami adalah pejalan kaki yang setia. Orang lain punya ekonomi yang lebih baik, ingin menguasai mulai dari ekonomi sektor rill dan produksi emas dari tanah kami, tapi kami setia meskipun kami selalu dilumuri dengan darah,” kata Surabut.

Ia katakan, 13 tahun lalu pihaknya mencoba memberi pengertian melalui afirmasi action sesuai amanat undang-undang Otsus, tetapi tetap tidak didukung. Untuk itu,pihaknya berterimakasih kepada pemerintah provinsi Papua yang sudah memberikan dukungan penuh.

“Mo kasih 2,5 persen dana Otsus ke orang Papua saja, Jakarta ketakutan luar biasa. Dengan demikian kami sangat mengapresiasi dukungan pemerintah Papua, karena dana tersebut untuk menghidupu kurang lebih 42 kabupaten/kota di Papua dan Papua Barat tahun ini,” ucapnya.

“Kita orang Papua harus hidup kuat di atas tanah ini, bukan tinggal dan mati di atas kos atau asrama orang lain. Kita harus berdiri, duduk di atas tanah kita sendiri. Ini taman firdaus yang sedang orang lain mo rebut dan kuasai, ini tidak boleh terjadi,” tutupnya.(*)

Editor: Syam Terrajana

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top