Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Musik tradisional Papua hampir terlupakan

Pembukaan pagelaran musik tradisional suling bambu di Taman Gizi Nabire, dibuka Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim (baju biru, kanan) dan para tua adat aaat memukul tifa pertanda pagelaran dimulai – Jubi/Titus Ruban.

Mengangkat musik dan budaya tradisional yang sudah hampir terlupakan oleh generasi Papua umumnya dan lebih khusus Nabire,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Keberadaan musik tradisional asal Nabire khususnya seruling yang dibuat dari bahan bambu hampir terlupakan. Hal ini menjadi alasan  musisi setempat menggelar musik tradisional suling bambu di Taman Gizi Nabire.

“Kami  mencoba untuk mengangkat kembali musik tradisional yang hampir terlupakan, dalam rangka perayaan nasional tahun ini,” kata Ketua Panitia penyelenggara pagelaran musik tradisional suling bambu, Terry Rumayau, Senin (11/11/2019).

Baca juga : Upaya mendokumentasikan musik tradisi Papua Lima Grup Pentas Musik Papua, Mengenang Mambesak

Loading...
;

Bupati Padangpariaman: Pemerintah Tidak Matikan Organ Tunggal

Terry  mengatakan pagelaran seni musik tradisional yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan peringatan sumpah pemuda dan hari pahlawan tahun 2019. “Tujuan mengangkat musik dan budaya tradisional yang sudah hampir terlupakan oleh generasi Papua umumnya dan lebih khusus Nabire,” kata Terry menjelaskan.

Tercatat peserta yang ikut dalam musik suling bambu sebanyak delapan grup, mereka akan menampilkan lagu – lagu mambesak ciptaan Arnold Ap selama pagelaran yang rencananya akan berlangsung 11 hingga 12 November.

“Hari pertama merupakan babak pengisian dan hari kedua adalah final,” katanya.

Wakil Bupati  Nabire,  Amirullah Hasyim menyebutkan musik seruling bambu merupakan produk budaya sebagai salah satu identitas bangsa. Ia menjamin Pemerintah Kabupaten Nabire akan mendukung setiap kegiatan yang berhubungan dengan budaya.

“Budaya itu jati diri kita sebagai suatu bangsa. Maka siapapun termasuk pemerintah wajib menghargai,” kata Amirullah.

Menuut dia, seni musik suling bambu telah diwarisan turun temurun dari nenek moyang orang Papua. “Olehnya itu warisan ini perlu di lestarikan oleh generasi penerus agar tidak sampai punah,” kata Amirullah.

Menurut dia, pagelaran seni musik suling bambu patut dijadikan sebagai momentum untuk mengangkat dan melestarikan dikalangan generasi muda.

Dalam sambutan membuka acara pagelaran musik tradisional suling bambu Amirullah menyebut lagu – lagu mambesak pimpinan musisi legendaris Arnol Ap,  sebagai karya seni  yang diciptakan musisi hebat. Ia menyatakan dalam menciptakan lagu, Arnol Ap mengakomodir dari berbagai suku di Papua. “Ini yang merupakan sarana dalam menyatukan masyarakat Papua,” katanya.

Ia mengakui saat ini lagu – lagu mambesak perlahan mulai terdesak seiring perkembangan zaman. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top