HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Nasabah Pegadaian di Jayapura terus tumbuh

Nasabah di Pegadaian Cabang Jayapura – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sebanyak 95 persen nasabah di Pegadaian Cabang Jayapura menjadikan emas sebagai barang gadaian untuk mendapatkan pinjaman. Ramai ketika jadwal masuk sekolah dan hari besar keagamaan.

Pegadaian salah satu industri jasa keuangan yang dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya di Kota Jayapura.

Kepala Pegadaian Cabang Jayapura, Wisnu Nugroho, mengatakan masyarakat membutuhkan jasa Pegadaian terlebih saat mendaftarkan anak masuk sekolah dan modal usaha. Selain itu juga untuk kebutuhan hari-hari besar keagamaan seperti Natal, lebaran Idul Fitri dan Idul Adha.

“Kalau saat jadwal pendaftaran anak masuk sekolah lebih banyak yang menggadaikan, sekitar 80 persen, sedangkan yang menebus hanya 20 persen, namun saat hari besar keagamaan lebih banyak yang menebus daripada gadaikan untuk dipakai, nanti setelah lebaran baru digadaikan lagi,” ujarnya.

Loading...
;

Menurut Wisnu dengan adanya permasalahan ekonomi saat ini, tingkat kemiskinan dan pengangguran yang masih tinggi, Pegadaian mampu mendorong produktifitas masyarakat.

“Pegadaian tidak akan mengerjakan pergadaian saja, tapi harus mengerjakan bisnis-bisnis keuangan di luar pembiayaan yang berbasis gadai,” ujar Wisnu, di Jayapura, Selasa, 20 Agustus 2019.

Menurut Wisnu, minat warga untuk menjadi nasabah di Pegadaian cukup tinggi karena proses gadai dianggap sebagai cara paling mudah dan cepat untuk mendapatkan uang kebutuhan mendadak guna membantu perekonomian.

Ditambah lagi dengan program-program dari Pegadaian yang bisa menjaring minat warga untuk bertransaksi di Pegadaian. Dengan meningkatkan jangkauan layanan diyakini memicu pertumbuhan nasabah setiap tahun di Pegadaian yang merupakan lembaga keuangan nonbank.

Saat ini, katanya, masyarakat keluar-masuk Pegadaian bukan cuma orang terlilit persoalan keuangan. Tetapi juga orang yang meminjam modal usaha, menitipkan barang, hingga mencari keuntungan melalui pembelian logam mulia.

“Minat seseorang untuk berinvestasi merupakan suatu usaha yang akan terus diupayakan berkembang dan agar inventasi tersebut dapat mendatangkan keuntungan,” katanya.

Wisnu mengakui tidak mudah memahami minat konsumen. Agar tujuan pemasaran tercapai maka pemasar (pegadaian) harus mempelajari keinginan, persepsi, preferensi, perilaku, dan minat masyarakat.

Menurutnya pengetahuan masyarakat di Kota Jayapura tentang keberadaan Pegadaian saat ini sudah cukup baik. Berdasarkan data Pegadaian Cabang Jayapura, jumlah nasabah sampai saat ini tercatat 7 ribu nasabah, 3 ribu di antaranya nasabah aktif.

“Setiap tahun tambahan nasabah baru ada 1.000 atau 10 persen, setiap hari minimal 5-10 orang yang menjadi nasabah, pertumbuhan nasabah disebabkan Outstanding Loan (OSL), produk gadai, usaha, dan simpan pinjam,” katanya.

Selain itu, kata Wisnu, pemberian hadiah diharapkan mampu mendongkrak penambahan nasabah baru dan membuat nasabah, baik perempuan maupun laki-laki tetap loyal menggunakan jasa Pegadaian.

“Saya optimistis pertumbuhan nasabah akan menggembirakan seiring bertambahnya penduduk di Kota Jayapura, kami juga melibatkan agen pegadaian yang jumlahnya 12 agen untuk mengajak masyarakat menjadi nasabah,” ujarnya.

Langkah perusahaan pelat merah ini agar bisa mencapai target 1.000 nasabah setiap tahun dengan banyak melakukan sosialisasi kepada berbagai elemen masyarakat.

Selain itu, Pegadaian juga gencar melakukan pemasaran berbagai produk tabungan emas dan gadai melalui loket Pegadaian, karena masyarakat masih tertarik dengan produk-produk yang ditawarkan seperti Gadai Prima (gadai tanpa bunga), Tabungan Emas, Arrum Haji, gadai elektronik, dan sertifikat tanah.

Selain itu, dikatakan Wisnu, masyarakat juga dimanjakan dengan tabungan emas, yaitu layanan pembelian dan penjualan emas dengan fasilitas titipan dengan harga terjangkau.

“Pembukaan buku tabungan emas mulai dari Rp50 ribu sudah mendapatkan saldo emas 0,01 gram,” ujarnya.

Diakui Wisnu, minat warga menjadi nasabah di Pegadaian karena proses yang cepat dengan persyaratan tidak lama. Calon nasabah hanya menyiapkan fotokopi KTP dan barang (gadai emas dan logam mulia). Sedangkan untuk kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor hanya menyiapkan BPKB, STNK, dan barang.

Nasabah, katanya, sudah bisa mendapatkan dana antara 5-10 menit. Tidak sulit atau tidak berbelit-belit dengan harapan lebih banyak lagi masyarakat yang menjadi nasabah karena ada keuntungan seperti harga emas naik, saldo di buku tabungan emas juga naik.

“Sebanyak 95 persen nasabah di Pegadaian Cabang Jayapura ini menjadikan emas sebagai barang gadaian mereka untuk mendapatkan pinjaman,” katanya.

Amelia Waromi, seorang ibu rumah tangga yang membutuhkan uang tunai dalam waktu cepat mengaku Pegadaian sangat membantunya saat mengalami kesulitan keuangan.

“Saya datang di Pegadaian untuk menggadaikan emas saya untuk modal usaha jual pinang, sudah tiga kali saya pinjam uang di Pegadaian, puji Tuhan selalu lancar dan tidak ada kendala kalau mau tebus kembali emas yang saya gadaikan,” katanya.

Menurut Waromi, persyaratan sangat mudah, tidak dipersulit, dan prosesnya tidak lama.

“Dengan adanya Pegadaian ini saya tidak perlu menjual emas saya karena tidak bisa lagi diambil, kalau di Pegadaian emas yang saya gadai bisa diambil lagi,” katanya.

Santi, yang juga membutuhkan modal untuk berbisnis warung makan mengaku baru pertama datang ke Pegadaian Jayapura.

“Saya mau gadai emas saya untuk modal usaha, saya dengar-dengar kalau di Pegadaian prosesnya cepat dan persyaratannya tidak banyak, makanya saya datang ke Pegadaian, semoga semuanya lancar,” katanya. (*)

Editor: Syofiardi

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top