Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Nasib TWA Gunung Meja di ujung tanduk

Pembukaan lahan di sekitar TWA Gunung Meja untuk kepentingan pembangunan. -Jubi/Hans Arnold Kapisa

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Meja satu-satunya hutan primer di tengah kota Manokwari, Ibukota Papua Barat, yang berperan sebagai penyangga air dan suplai oksigen untuk penduduk kota Manokwari.

Namun nasib hutan wisata ini semakin memburuk dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Pemerintah Daerah belum secara optimal mengembangkan berbagai potensi yang ada di TWA Gunung Meja. Padahal TWA ini punya peluang menyumbang PAD sektor pariwisata dan sektor jasa ramah lingkungan.

Kepala BKSDA (Bidang Konservasi Sumber Daya Alam) wilayah II Manokwari, Glen Eric Kangiras, mengatakan kawasan konservasi ini memiliki luas 462,16 hektar dan ada dibawah kewenangan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat.

Dikatakan Glen, pembukaan lahan untuk pemukiman warga di sekitar TWA Gunung Meja, belum masuk kategori pelanggaran kehutanan, karena lokasi dimaksud masuk dalam blok khusus sesuai Permen LHK No.76 Tahun 2015.

Loading...
;

“Memang ada pembukaan lahan, di sekeliling TWA gunung meja oleh warga lokal pemilik hak ulayat, kita sudah datangi mereka dan itu masuk blok khusus karena persis berada di jalan umum,” kata Glen Senin (2/12/2019).

Saat ini, blok khusus tebangan warga sekitar telah ditanami kembali oleh warga bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Manokwari sebagai penyediaan bibit.

“Jadi kita tidak permasalahkan pembukaan lahan itu, dan untuk pemulihan sudah kita kerjasama dengan DLH kabupaten, untuk dilakukan penanaman kembali,” katanya.

Bahkan, untuk menjaga TWA Gunung Meja, kata Glen, telah dibentuk Kelompok Pecinta Hutan (KPH) melibatkan warga lokal sekitar TWA Gunung Meja.

“Ada 15 orang dari warga lokal yang bermukim di sekitar TWA gunung meja, ditambah dua tenaga polisi khusus kehutanan, yang diberi insentif untuk menjaga TWA Gunung Meja,” ujarnya.

Untuk pengelolaan TWA Gunung Meja, dia mengaku telah melakukan MoU dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Manokwari melalui kolaborasi program yang dianggarkan di tahun 2020.

“Kita ada rencana kelola TWA gunung meja dengan dinas pariwisata untuk pengembangan potensi wisata kekinian, baik jalan sepeda, menara selfie dan beberapa program lainnya. Tapi itu masuk dalam anggaran 2020,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata kabupaten Manokwari, I Gede Wiradana membenarkan telah dilakukannya MoU bersama pihak BKSDA dalam rencana pengembangan potensi TWA Gunung Meja.

Namun dia kembali memastikan bahwa rencana pengembangan itu belum dapat dilakukan di tahun 2020.

“Untuk tahun 2020 belum diakomodir dalam anggaran. Sehingga kami belum bisa kembangkan,” ujar I Gede lewat pesan selulernya. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top