Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Neraca Perdagangan Indonesia pada Agustus surplus 85,1 juta dolar AS

Foto ilustrasi. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Senin – Badan Pusat Statistik atau BPS menyatakan Neraca Perdagangan RI pada Agustus 2019 mengalami surplus sebesar 85,1 juta dolar AS. Total nilai ekspor Indonesia sepanjang Agustus mencapai 14,28 miliar dolar AS, sementara nilai impor pada periode yang sama mencapai 14,20 miliar dolar.

Hal itu disampaikan Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta pada Senin (16/9/2019). Menurut Suhariyanto, surplus neraca perdagangan itu terjadi di tengah defisit neraca perdagangan sektor migas.

“Neraca perdagangan Agustus 2019 mengalami surplus, yang disebabkan oleh surplus sektor nonmigas 840 juta dolar AS. Sektor migasnya [masih mengalami] defisit 755,1 juta dolar AS. Tentu ini belum seperti yang diharapkan, tapi ini memberikan sinyal positif bagi neraca perdagangan Indonesi,” kata Suhariyanto.

Kecuk, sapaan akrab Suhariyanto, menyampaikan bahwa nilai ekspor Indonesia Agustus 2019 mengalami penurunan 7,60 persen jika dibandingkan nilai ekspor Juli 2019, menjadi 14,28 miliar dolar AS. Nilai ekspor Indonesia pada Juli 2019 lalu mencapai 15,45 miliar dolar AS. Nilai ekspor Agustus 2019 itu juga turun 9,99 persen dibandingkan nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2018 lalu.

Loading...
;

Penurunan terbesar ekspor nonmigas pada Agustus 2019 terjadi dalam ekspor bahan bakar mineral yang turun 157,9 juta dolar AS, atau turun 8,23 persen dibandingkan Juli 2019. Ekspor perhiasan atau permata mengalami kenaikan 168,8 juta dolar AS, atau naik 25,31 persen.

Perlambatan ekonomi Indonesia antara lain terlihat nilai ekspor non migas industri pengolahan, hasi tambang, maupun hasil pertanian pada periode Januari – Agustus 2019. Dibandingkan nilai ekspor periode yang sama pada 2018 lalu, nilai ekspor industri pertambangan mengalami penurunan terbesar (turun 17,73 persen), disusun industri pengolahan (turun 4,33 persen) dan hasil pertanian (turun 1,53 persen).

Kecuk menyatakan penurunan nilai ekspor di ketiga sektor itu terjadi karena dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan China. “Jadi, upaya untuk memacu ekspor akan menghadapi tantangan luar biasa, karena perekonomian global yang masih melambat, perang dagang dan harga komoditas yang fluktuatif,” ujar Kecuk.

Beruntung nilai impor Indonesia pada Agustus 2019 hanya mencapai 14,2 miliar dolar AS, atau turun 8,53 persen dibandingkan nilai impor pada Juli 2019. Nilai impor itu juga turun 15,6 persen dibandingkan nilai impor pada Agustus 2018.

Impor sektor non migas pada Agustus 2019 mencapai 12,56 miliar, atau turun 8,76 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan impor nonmigas terbesar pada Agustus 2019 terjadi golongan mesin atau pesawat mekanik sebesar 259,8 juta dolar AS turun 9,88 persen, sedangkan peningkatan terbesar adalah golongan benda-benda dari besi dan baja sebesar 46,4 juta dolar AS meningkat 14,77 persen.

Impor migas pada Agustus 2019 mencapai 1,63 miliar dolar AS, atau turun 6,73 persen dibanding impor migas pada Juli 2019. Jika dibandingkan nilai impor migas pada Agustus 2018, nilai impor migas Agustus 2019 itu turun 46,47 persen. “Yang terjadi adalah ekspor memang turun tajam tapi impor turun lebih tajam,” tambah Kecuk.

Meskipun Neraca Perdagangan Indonesia pada Agustus 2019 telah mengalami surplus 85,1 juta dolar AS, akan tetapi Neraca Perdagangan Indonesia sepanjang Januari – Agustus 2019 masih mengalami defisit 1,81 miliar dolar AS. Nilai ekspor pada Januari-Agustus 2019 baru mencapai 110,4 miliar dolar AS, sementara nilai impor pada periode yang sama telah mencapai 111,8 miliar dolar AS.

“Neraca perdagangan [pada Januari] hingga Agustus masih defisit. Namun nilainya menipis menjadi 1,81 miliar dolar AS,” kata Kecuk.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top