Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

OPD provinsi diminta data pegawainya kembali

ASN di lingkungan pemerintah Papua – Jubi/Dok

Jayapura, Jubi – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah provinsi Papua diminta untuk mendata kembali berapa jumlah pegawainya yang masih aktif.

Asisten Bidang Umum Papua Elysa Auri, mengatakan dirinya sudah mengantongi data pegawai dari 51 OPD, yang mana saat ini jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) provinsi berjumlah 7.411 orang. Meskipun demikian, masih ada selisih gaji sehingga harus dicek kembali.

“Saya minta seluruh jajaran OPD, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terutama pegawai yang bertugas di balai-balai, ada yang sudah bekerja di tempat lain, tapi gaji masih ditanggung pemerintah provinsi,” kata Auri, di Jayapura kemarin.

Ia tekankan, pimpinan OPD memiliki hak untuk memanggil para pegawai untuk menanyakan kejelasan status mereka, apakah masih mau tetap bekerja di lingkungan pemerintah provinsi atau pindah ke instansi lain.

“Kalau mau pindah silahkan, jangan kaki sebelah di tempat lain, kaki sebelah tetap di Pemda provinsi,” ucapnya.

Loading...
;

Manurut ia, saat ini selisih data pegawai hampir 50 orang. Padahal, data menjadi penting dalam rangka kebijakan pemerintah untuk restrukturisasi.

“Saya minta kepada semua, hal-hal yang menjadi kaitan pada instansi atau OPD jangan dibiarkan, tapi disikapi sehingga tidak mengganggu proses lainnya yang berakibat pada penyelenggara pemerintahan,” kata Auri dengan tegas.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua, Nicolas Wenda mengatakan dari hasil pendataan yang dilakukan tim beberapa waktu lalu memang terjadi perbedaan jumlah pegawai.

Untuk itu, dirinya berharap ada peran serta dan partisipasi aktif dari para pimpinan OPD melaporkan setiap pegawainya, sehingga bila ada penambahan atau pengurangan akan dapat langsung diupdate, sehingga perbedaan data tak lagi ditemui di masa mendatang.

“Jika diteliti semestinya mengalami penambahan. Dengan demikian, diperlukan pemutakhiran data pegawai yang valid,” kata Wenda. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top