Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Oposan Bolivia serukan pemilihan presiden baru

Ilustrasi oposisi, pixabay.com

Tercatat hasil Pemilu yang dimenangi oleh Presiden sayap kiri Evo Morales memicu protes.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

La Paz, Jubi – Pemimpin oposisi Bolivia menyerukan pemilihan baru untuk menyelesaikan krisis politik yang melanda negara itu sejak pemungutan suara 20 Oktober. Tercatat hasil Pemilu yang dimenangi oleh Presiden sayap kiri Evo Morales memicu protes.

Mantan presiden Bolivia Carlos Mesa, saingan terdekat Morales dalam penghitungan suara resmi, mengatakan solusi terbaik untuk krisis ini adalah pemilihan baru.

Jalan-jalan di negara yang terletak di Pegunungan Andes itu sebagian besar sepi selama akhir pekan, dengan beberapa blokade jalan yang tersebar dan aksi damai. Tetapi retorika pemerintah dan kepemimpinan oposisi semakin keras.

Loading...
;

Mesa, 66, yang memerintah Bolivia sejak 2003 hingga 2005, mengatakan para pendukungnya akan tetap berada di jalan-jalan dalam protes damai sampai solusi untuk krisis tercapai. Mesa sebagai oposan sebelumnya meminta Morales untuk mundur.

Baca juga : PBB puji catatan HAM Bolivia dan Evo Morales Bolivia Siap Bangun Kembali Hubungan Diplomatik Dengan AS Bolivia Tunjuk Wanita Jenderal Yang Pertama

Tercatat pendukung Morales dan Mesa bentrok dalam protes pasca- Pemilu. Termasuk dua orang tewas dalam kerusuhan pada Rabu, pekan lalu yang menimbulkan kematian pertama dalam ketegangan yang berlangsung hampir dua minggu.

Seorang juru bicara pemerintahan Morales tidak segera mengomentari seruan Mesa untuk pemilihan baru.

Morales, 60, telah berkuasa selama hampir 14 tahun. Dia dinyatakan sebagai pemenang pemilihan dengan selisih kurang dari 10 poin persentase yang dibutuhkan untuk kemenangan langsung, menghindari limpasan.

Hasil itu menimbulkan kontroversi setelah penghitungan suara dihentikan untuk satu hari ketika pemilihan tampaknya menuju putaran kedua.

Setelah penghitungan suara dimulai kembali oleh pihak berwenang di tengah protes dari oposisi, pemerintah asing dan pemantau pemilu, terdapat perbedaan tajam suara pendukung Morales yang memberinya cukup suara untuk menghindari putaran kedua yang berisiko. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top