HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Orangtua siswa berharap pemalangan sekolah tak terulang lagi

Orangtua siswa berharap pemalangan sekolah tak terulang lagi

Siswa-siswi SD YPK Onomi Felavauw saat ulangan di halaman gereja – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Melihat siswa SD YPK Onomi Sentani Kabupaten Jayapura melaksanakan ujian di luar gedung sekolah dengan menggunakan  tenda, para orangtua murid berharap pihak yayasan dan Pemerintah Kabupaten Jayapura bisa segera mencari solusi agar anak-anak bisa kembali belajar ke gedung sekolah.

Ruth Imbiri, orangtua siswi kelas II-A, mengatakan sekolah ini berbicara masalah pendidikan anak-anak Papua ke depan dan ada banyak ras di sekolah ini.

“Kita orangtua mau ada gedung sekolah yang baik dan layak buat anak-anak, supaya mereka fokus belajar tidak  bermain. Kondisi seperti ini pasti mempengaruhi konsentrasi anak-anak yang belajar,” ucapnya kepada wartawan, Rabu (15/5/2019).

Ia menambahkan sebagian anak terpaksa tidak masuk sekolah karena keterbatasan bangku dan meja untuk ujian kenaikan kelas saat ini.

“Guru-guru juga kasihan karena mereka hanya datang lalu bersama-sama dengan anak-anak di tenda ini karena kondisinya seperti ini,” ucap perempuan yang juga alumni YPK ini.

Ia menyampaikan terima kasih dengan langkah yang telah dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura, dengan memberikan tenda agar anak-anak dapat melakukan ujian di tenda.

Imbiri berharap kejadian ini tidak terulang lagi di tahun-tahun mendatang. Anak-anak itu merupakan generasi penerus Tanah Papua dan mata-mata panah Papua. Mereka harus diselamatkan dari hal-hal semacam ini.

“Cukup jadi yang saat ini saja, jangan diulang lagi. Anak-anak harus sekolah yang baik, apalagi mereka ini generasi-generasi penerus bangsa ini dan lebih khusus Papua dan Kabupaten Jayapura,” katanya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Herald Berhitu, mengatakan walau sekolah ini tanggung jawab yayasan namun anak-anak ini perlu diselamatkan.

“Pak Bupati mengatakan sekolah ini memang urusan YPK tapi anak-anak ini urusannya kita juga, jadi mereka harus diselamatkan, kita harus bisa bekerja sama untuk menyelamatkan anak-anak ini,” katanya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, ungkapnya, sudah beberapa kali memfasilitasi untuk pembahasan terkait soal tanah dan pembicaraan itu berlangsung di Obeh.

“YPK sudah ada kesepakatan dengan pemilik tanah, waktu itu dengan harga Rp700 juta, tapi berkembang terus sampai menjadi Rp1,5 miliar. Pak Bupati bilang kalau memang pihak yayasan mau bayar nanti kita kolaborasi, pihak yayasan mempunyai sampai dimana, nanti pemda akan bantu kekurangan dari itu,” kata Herald. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)