HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

PAHAM Papua: Kriminalisasi aktivis HAM untuk alihkan persoalan Papua

Direktur Perkumpulan Advokat Hak Asasi Manusia Papua, Gustaf Kawer – Jubi/Dok.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Direktur Perkumpulan Advokat Hak Asasi Manusia atau PAHAM Papua, Gustaf Kawer mengatakan, kriminalisasi terhadap aktivis HAM Veronica Koman dan Surya Anta merupakan konspirasi negara untuk mengalihkan persoalan Papua. Kriminalisasi keduanya membuat fokus pembahasan masalah Papua teralih dari masalah persekusi, rasisme, pelanggaran HAM, ataupun tuntutan Hak Penentuan Nasib Sendiri melalui mekanisme referendum.

“Pasca [persekusi] dan rasisme [terhadap mahasiswa Papua] di Surabaya, Veronica Koman dan Surya Anta menjadi korban dari  konspirasi negara dalam mengalihkan akar masalah yang sebenarnya. [Akar masalah Papua adalah] persoalan penentuan nasib sendiri bagi Papua Barat, pelanggaran HAM, dan masalah rasisme yang puncanya terjadi pada Agustus ini,” kata Kawer saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Rabu (11/9/2019).

Gustaf Kawer menilai sebagai advokat Veronica Koman merupakan pengacara HAM yang sangat konsisten membela aktivis Papua Barat. Surya Anta sebagai aktivis Front Rakyat Indonesia untuk West Papua atau FRI-WP juga sangat konsisten memperjuangkan Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi orang asli Papua.

“[Sebagai advokat] Veronica Koman membela para aktivis yang berbicara tentang Papua Barat di seluruh Indonesia. Sementara Surya Anta memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri bersama kelompok dan jaringannya. Kami sangat jarang menemukan [hal seperti itu]. Hanya ada sedikit pengacara Indonesia non-Papua Barat dan aktivis pro demokrasi yang melakukan pekerjaan semacam ini,” katanya.

Loading...
;

Gustaf Kawer menyebut sejak lama Veronica dan Surya menerima ancaman maupun pelecehan. Akan tetapi, itu tidak menghalangi mereka untuk terus melakukan  advokasi  dan perjuangan untuk orang Papua Barat.

“Dalam bulan Agustus tahun ini, Surya Anta telah dengan berani mendukung agenda penentuan nasib yang bersama-sama disuarakan oleh aktivis  pro demokrasi Papua di seluruh wilayah Indonesia. Veronica Koman telah melakukan advokasi terhadap mereka yang ditangkap, ditahan, dipersekusi dan di dikriminasi rasial oleh organisasi kemasyarakatan yang didukung aparat keamanan, puncaknya adalah apa yang terjadi di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 dan 17 Agustus 2019,” kata Kawer.

Menurut Kawer, kehadiran pengacara HAM Veronika Koman dan aktivis FRI West Papua Surya Anta dalam advokasi  dan perjuangan Papua Barat memberi harapan bagi para aktivis Papua Barat maupun masyarakat Papua pada umumnya. Keduanya menunjukkan masih ada cahaya menuju kebenaran dan keadilan yang sedang di perjuangkan di Papua.

Sebagai pengacara HAM yag pernah menerima penghargaan Lawyers For Lawyers Award dari Amsterdam, Belanda, Kawer mendesak polisi menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap Veronica Koman, Surya Anta, rekan-rekannya. Kawer menegaskan apa yang diperjuangkan oleh Veronica Koman dan Surya Anta merupakan hak asasi manusia yang dijamin oleh Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM), Konvenan Hak Sipil dan Politik, Konvenan Hak-Hak Ekonomi Sosial dan Budaya, UUD 1945, UU HAM, dan Undang-Undang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

“Hal yang penting dan mendesak untuk dilakukan Negara ini adalah menyelesaikan persoalan sejarah masa lalu Papua, [berbagai kasus] pelangaran HAM [di Papua], termasuk menuntaskan persoalan rasisme yang sering terjadi di negara ini,” katanya.

Direktur Lembaga bantuan hukum Papua Emanuel Gobay mengatakan,  pihaknya meminta agar Negara jangan mengkriminalisasi persoalan pengacara dan aktivis Papua. Gobay meminta polisi lebih melihat substansi persoalan di Papua, ketimbang mengkriminalisasi aktivis HAM yang berupaya menyuarakan ketidakadilan di Papua.

“Jika Negara melakukan upaya kriminalisasi [terhadap akvitis yang menyuarakan persoalan Papua], [akan memunculkan] pertanyaannya ‘di manakah keadilan?’,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top