HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pakai dana “Bangga Papua” hanya untuk kebutuhan gizi anak

Ilustrasi balita dan ibunya – Jubi/Dok

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan dana program Bangun Generasi dan Keluarga Sejahtera (Bangga) Papua, hanya boleh dipakai untuk kebutuhan gizi anak 0 – 4 tahun. Tidak boleh dipakai untuk yang lain.

“Setiap ibu harus bisa memastikan gizi anak sampai dengan umur 4 tahun. Untuk itu, ibu-ibu yang menerima harus benar-benar manfaatkan dana itu,” kata Enembe, di Jayapura pekan kemarin.

Lewat program Bangga Papua, seorang ibu mendapat dana dari pemerintah provinsi setiap bulannya sebesar Rp200 ribu per anak. Hal ini sebagai upaya untuk memersiapkan generasi emas Papua yang cerdas dan berkualitas.

“Program ini sudah berjalan di Kabupaten Asmat, Paniai dan Lanny Jaya sebagai percontohan. Jika berjalan baik, ke depan akan diberlakukan di kabupaten/kota lainnya,” ujarnya.

Menurut ia, untuk Asmat sudah terdata ada sekitar 12 ribu anak 0-4 tahun. Sedangkan Paniai baru 5 ribu anak yang terdata. Dengan demikian, kabupaten lainnya diminta untuk mulai mendata seluruh anak agar program ini benar-benar tepat sasaran.

Loading...
;

“Kita harus punya data anak yang valid, terutama tiga kabupaten percontohan ini,” katanya.

Di samping itu, seluruh orang tua di Papua juga berkewajiban menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi di seluruh Indonesia.Bahkan atau luar negeri jika memiliki kemampuan bahasa asing yang baik.

“Ini harus diajarkan mulai saat ini. Jadi, setiap orang tua harus memastikan kesehatan dan pendidikan anak sejak masih dalam kandungan,” ucapnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Papua Muhammad Musa’ad, mengatakan program “Bangga Papua” merupakan pengganti Program Gerbang Mas Hasrat Papua, yang mana diyakini mampu lebih menyentuh kehidupan masyarakat asli Papua untuk peningkatan kesejahteraan, dengan sasaran anak dibawah umur empat tahun.

“Setiap keluarga yang didata dan memiliki anak di bawah empat tahun akan mendapat bantuan dana segar Rp200 ribu per orang. Adapun mekanismenya ditransfer langsung ke rekening ibu,” kata Musa’ad.

Di samping itu, lewat program ini pemerintah provinsi juga mengharapkan mampu memberikan penghasilan tetap bagi masyarakat asli Papua, sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan di Bumi Cenderawasih.

“Salah satu indikator kemiskinan yakni tidak adanya penghasilan tetap. Untuk itu, bantuan ini tentu akan memberikan pendapatan bagi masyarakat. Kalau ibu punya dua anak maka bisa sebulan dapat Rp400 ribu,” ujarnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top