Pakai Dana Kampung untuk cegah stunting

Pakai Dana Kampung untuk cegah stunting

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano meminta agar warganya menggunakan sebagian kucuran Dana Kampung untuk mencegah terjadinya stunting atau kasus gangguan pertumbuhan yang membuat anak lebih pendek dari orang seusianya. Mano berharap pada 2020 Jayapura telah bebas dari stunting.

Hal itu disampaikan Mano di Jayapura, Kamis (14/3/2019). “Untuk itu, saya minta harus dicari cara mencegah stunting ini, agar 2020 anak-anak di Kota Jayapura bebas stunting,” kata Mano.

Mano menjelaskan Dana Kampung seharusnya dapat meningkatkan kesejahteraan warga, sehingga tidak ada lagi anak yang mengalami stunting. “Mari kita cari masalah (penyebab stunting), apakah gizi yang kurang? Sudah ada Dana Kampung yang dikucurkan, dan pada 2019 total nilainya Rp 115 miliar. Dana itu harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat di kampung,” kata Mano.

Stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan yang menyebabkan anak lebih pendek dari orang seusianya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari menyatakan stunting disebabkan oleh kekurangan gizi yang berkepanjangan.

“Stunting ini berpengaruh pada perkembangan anak tentunya gangguan kognitif, dan sering sakit akibat dari stunting. Kita harus berupaya mencegah anak mengalami stunting, karena dampak dari stunting tidak dapat dipulihkan,” ujar Sri Antari di Jayapura, Kamis (14/3/19).

Menurutnya, proporsi stunting yang dialami anak-anak Kota Jayapura pada 2013 mencapai 34,8 persen, dan pada 2018 berhasil diturunkan menjadi 22,4 persen. “Data ini diperoleh berdasarkan survei di lapangan,” kata Sri Antari.

Tingginya kasus stunting antara lain disebabkan orangtua tidak tahu kalau anaknya mengalami stunting, apalagi kalau kasus stunting dialami anak berumur kurang dari dua tahun. Orangtua harus memperhatikan pertumbuhan anak, terutama berat badan dan tinggi badan.

“Berat badan yang tidak bertambah, atau malah berkurang, dan tinggi badan yang tidak bertambah, adalah gejala stunting. Kondisi itu harus segera ditangani sebelum terjadi stunting. Entah itu dengan pemberian air susu ibu eksklusif, ataupun pemberian makanan pendamping air susu ibu.”

Sri Antari menyatakan pos pelayanan terpadu (Posyandu) menjadi kunci utama untuk mencegah stunting. “Posyandu terus memantau tumbuh kembang anak, sehingga bisa mencegah stunting. Kami dari Dinas Kesehatan juga menggalakkan kelas ibu hamil yang memberikan tambahan protein, zat besi, ataupun vitamin tambahan bagi ibu hamil,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)