Palau ambil alih kepemimpinan PNA

Palau ambil alih kepemimpinan PNA

Menteri Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, dan Pariwisata Palau (MNRET), Umiich Sengebau, mengambil alih jabatan kepemimpinan kelompok Parties to the Nauru Agreement (PNA). – PINA

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Koror, Jubi – Palau mengambil alih kepemimpinan kelompok Parties to the Nauru Agreement (PNA) setelah pertemuan pejabat-pejabat perikanan dibuka Senin (18/03/2019) lalu, untuk membicarakan upaya konservasi dan pengelolaan ikan tuna yang baru di kawasan Pasifik .

Pemimpin PNA sebelumnya, Charleston Deiye dari Nauru, melakukan serah terima jabatan dengan Menteri Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, dan Pariwisata Palau (MNRET), Umiich Sengebau.

Sengebau menjelaskan bahwa dalam pertemuan tahun ini, PNA akan melanjutkan persiapan implementasi larangan bunkering di laut lepas 2020, serta membahas inisiatif-inisiatif untuk meningkatkan kewirausahaan warga lokal, dan rumpon atau Fishing Aggregating Device (FAD). Dia juga mengatakan PNA akan terus menjadi pemimpin dalam berbagai kegiatan dan manajemen yang inovatif.

“Upaya berkesinambungan kami yang lahir dari kesatuan negara-negara anggota kami, dan diwujudkan dalam luas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang lebih dari 15 juta kilometer persegi kalau digabungkan, telah menjadikan PNA sebagai pemimpin dalam keberlanjutan di bidang perikanan. Kita patut bangga bisa menjadi satu-satunya Organisasi Pengelolaan Perikanan Regional (regional fisheries management organisation; RFMO) yang stok tunanya masih mencukupi,” katanya dalam pidato sambutannya kemarin.

Kelompok PNA – dengan anggota Federasi Mikronesia, Kiribati, Republik Kepulauan Marshal, Nauru, Papua Nugini, Palau, Kepulauan Solomon, Tuvalu, dan Tokelau – mendominasi stok tuna di Pasifik barat dan tengah.

Namun, terlepas dari inisiatif-inisiatif pengelolaan perikanan yang kuat, PNA masih menghadapi tantangan dimana sebagian besar operasi penangkapan ikan didominasi oleh negara-negara yang jauh seperti Jepang, Taiwan, Tiongkok, Korea, dan Amerika Serikat.

Sengebau mengingatkan pentingnya mempertahankan solidaritas di antara negara-negara anggota PNA, untuk memastikan semua anggota meningkat keuntungannya.

Masalah lain yang juga dibahas adalah terkait keselamatan pengamat yang ditempatkan di atas kapal-kapal asing dan manajemen FAD. (PINA/Island Times)

 


Editor: Kristianto Galuwo

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)