Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Panggilan hati agar warga hidup sehat

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kota Jayapura memiliki komunitas membantu sesama agar warga semakin berkurang terjangkit penyakit tidak menular. Puskesmas dan dinas juga aktif mengajak masyarakat agar hidup sehat.

Di Kota Jayapura ada satu komunitas yang bergerak di bidang kesehatan masyarakat, namanya Forum Komunitas Jayapura (FKJ). FKJ dibentuk 29 Januari 2017 dengan anggota aktif 20 orang dari berbagai kalangan, di antaranya usahawan, pegawai pemerintah, dan jurnalis.

“Kegiatan kami melakukan sosialisasi kesadaran hidup sehat kepada warga dan membantu menggalang donasi untuk warga yang sakit tapi luput dari perhatian, sistem, faktor geografis, atau karena keluarganya sendiri tidak mampu namun malu untuk mencari bantuan,” kata Gunawan F, koordinator Lapangan FKJ kepada Jubi di Jayapura, Senin, 8 Juli 2019.

Loading...
;

FKJ memantau informasi warga yang butuh bantuan dari media sosial dan media pers. Jika ada kasus mereka terjun ke lapangan, kemudian mendiskusikan apakah perlu dibantu.

Terkadang mereka juga mengunjungi panti asuhan, pondok pesantren, sekolah minggu, dan kelompok masyarakat lainnya. Tujuannya selain mengkampanyekan agar masyarakat hidup sehat, juga mencari anak-anak yang perlu dibantu.

Ketika mengunjungi panti asuhan misalnya, FKJ juga memberikan bantuan makanan dan peralatan mandi agar anak-anak bisa hidup bersih. Sebagian besar bantuan sumbangan dari anggota.

“Forum kami lebih banyak begerak mengajak masyarakat agar hidup sehat serta menangani kasus sosial kesehatan, tapi hanya fokus pada penyakit tidak menular,” ujarnya.

Meski bantuan yang mereka berikan bersifat situasional, namun sejak dibentuk, FKJ sudah membantu 40 kasus. Sebanyak 25 kasus adalah pasien yang menderita berbagai jenis penyakit yang membutuhkan pertolongan pendanaan.

“Kasus kesehatan membutuhkan waktu panjang agar bisa selesai karena melalui kontrol dan pemulihan seperti kasus hydrosefalus yang sampai saat ini atau sudah dua tahun masih tetap kami kawal,” kata Gunawan.

Kasus yang pernah ditangani FKJ di antaranya kasus tumor bokong, hydrosefalus, atresiabilier, infeksi paru, dan cacat bawaan. Biasanya pengumpulan donasi dibantu komunitas lain, seperti komunitas pendidikan dan komunitas lingkungan.

Gunawan mengatakan, FKJ ketika melakukan sosialisasi kepada kelompok warga selalu berpesan agar menjaga kesehatan dimulai dari diri sendiri.

“Hal-hal kecil yang bisa dilakukan agar bisa terhindar dari penyakit, seperti rajin olahraga, menjaga lingkungan rumah tetap bersih, sanitasi yang bersih, pola hidup bersih, makan makanan yang sehat, dan istirahat yang cukup sebagai langkah awal agar terhindar dari penyakit,” ujarnya.

FKJ, kata Gunawan, tidak memandang orang yang dibantu berdasarkan suku, ras, dan agama.

“Kami di FKJ turut senang dan berbahagia karena bisa saling mengingatkan untuk tetap hidup sehat agar terhindar dari penyakit,” katanya.

Penyakit Tidak Menular (PTM) yang terbanyak diderita warga Kota Jayapura adalah hipertensi. Hal itu juga terjadi di wilayah kerja Puskesmas Hamadi. Kepala Puskesmas Hamadi, Apolonia Yantewo, mengatakan selain darah tinggi atau hipertensi, penyakit kolesterol juga tinggi.

“Kolesterol banyak, dalam sehari kami bisa melayani sampai 30 pasien, penyebabnya karena banyak mengkonsumsi makanan tidak sehat dan berminyak,” ujarnya.

Yantewo mengatakan petugasnya setiap hari gencar melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada warga. Kemudian setiap Jumat melakukan kunjungan (home visit) kepada keluarga di wilayah kerja Puskesmas Hamadi.

“Kami juga membentuk Klub Prolanis Bunga Bakung, yaitu senam bersama penderita kolesterol tinggi dan gula darah tinggi,” katanya.

Sejak 1 Juli 2019 Puskesmas Hamadi melayani pasien dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Yantewo mewajibkan stafnya saat memberikan obat tidak hanya memberikan obat, tapi juga melakukan penyuluhan hidup sehat.

“Supaya ke depan agar yang kami layani adalah orang sehat untuk cek kesehatan, tidak ada lagi orang sakit yang datang berobat, itu harapan saya,” katanya.

Forum Komunitas Jayapura (FKJ) berbagi penganan untuk berbuka puasa sambil mengajak masyarakat untuk hidup sehat – Jubi/Dok.FKJ

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari, mengatakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dilakukan di Kota Jayapura adalah melakukan cek kesehatan rutin setiap enam bulan sekali, yaitu cek gula darah, hipertensi, asam urat, dan kolesterol.

Germas di Kota Jayapura dijalankan dengan membentuk Posyandu Lansia di 13 Puskesmas dengan kegiatan senam lansia dan cek kesehatan. Penanganan jika sudah terdiagnosa harus minum obat teratur. Jika belum adalah dengan melakukan cek kesehatan melalui Germas.

“PTM itu pengobatannya cukup panjang seperti kontrol tekanan darah, hipertensi, asam urat, dan kolesterol,” ujarnya.

Menurut Ni Nyoman PTM terbanyak di Kota Jayapura adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi, kencing manis, dan obesitas. Penyebab hipertensi karena pola makan dan pola hidup yang tidak suka makan buah, kurang berolahraga, dan faktor genetika.

“Itu bisa dihindari dengan Germas, penyebab diabetes karena hiper gula darahnya yang tinggi akibat kerusakan dari pankreas, caranya kurangi gula dan berobat secara teratur,” katanya.

Sedangkan penyebab obesitas akibat banyak makan dan kurang gerak. Obesitas bisa menyebabkan jantung koroner

“Kami rutin mengajak masyarakat dan turun langsung ke kampung-kampung, melakukan Germas ke Posyandu dan sekolah,” katanya. (*)

Editor: Syofiardi

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top