Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Panti asuhan Holei Roo luput dari banjir bandang

Anak-anak di posko induk pengungsian sedang mengambil makanan – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Panti Asuhan Holei Roo (Bapa Pemelihara) yang dikelola secara swadaya oleh Naomi Pulanda (56 tahun), berada di bawah Kampung Taruna dan Milinik, Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani.

Panti Asuhan tersebut dihuni 21 anak-anak dari Kabupaten Mamberamo Raya, yang rata-rata tidak memiliki orang tua, baik ayah dan ibu.

Tahun 2015 lalu, panti asuhan ini berdiri di atas lahan seluas lapangan futsal, yang dibeli dengan cara dicicil oleh pemiliknya, hingga kini.

Bangunan permanen dari papan itu memiliki tiga kamar besar yang mampu menampung lima hingga enam orang anak di dalam satu kamar serta satu ruangan besar di depan kamar yang biasa digunakan untuk belajar dan satu ruang makan.

Loading...
;

Malam itu, 16 Maret 2019 pukul 18.30 WIT, Naomi bersama anaknya, Meyland (26 tahun), sedang asyik duduk sambil berceritera di teras rumah yang baru dibangun di samping bangunan panti asuhan. Hujan hujan yang turun saat itu tidak begitu deras.

Seperti biasa, ada aliran air yang mengalir di depan rumah yang digunakan anak-anak untuk bermain kapal-kapal dari kertas yang dihanyutkan melalui aliran air tersebut.

“Tiba-tiba lampu sudah padam. Kami melihat ada orang di sebarang sungai sana yang berlarian dengan menggunakan senter di tangan sambil berteriak banjir, banjir, banjir,” ujar Naomi, yang ditemui di Sentani, Senin (25/3/2019).

“Setelah tahu ada banjir bandang, kami hanya berteduh di balik rumah batu di samping panti asuhan ini, seraya berdoa kepada Tuhan mohon pertolongan-Nya,” imbuh Naomi.

Sementara banjir bandang turun, dalam kamar panti asuhan ada lima anak sedang tidur. Sementara 18 lainnya baru selesai ikut kursus di pos tujuh dan sudah di rumah.

Di sebelah kiri pantai asuhan ada sungai kecil. Malam itu sungai tersebut berubah seperti lautan.

“Ada orang di seberang sungai yang mendengar teriakan kami minta tolong, tetapi apa daya airnya semakin tinggi bahkan menghanyutkan sebagian rumah yang ada di pinggirnya,” ucapnya.

Ada rumah batu di depan panti asuhan ini, kira-kira 100 meter jauhnya. Rumah tersebut memiliki menara air setinggi 6 meter yang di atasnya ada profil tank berkapsitas 1.100 liter. Profil tank itu terlempar hingga berada tepat di depan panti asuhan.

“Lima anak yang di dalam kamar panti asuhan kami bangunkan dengan segera, ketika keluar pintu depan air sudah setinggi dada orang dewasa. Kami berpegang tangan dan berjuang keluar dari dalam bangunan itu dan menuju tempat yang lebih tinggi bersama 18 anak lainnya,” kata Naomi.

“Ketika berada di tempat yang lebih tinggi, dekat SIL), tak henti-hentinya kami berdoa dan memohon pertolongan Tuhan,” lanjutnya.

Selama banjir berlangsung di bawah, mereka tetap di atas bukit ini dan mendengar teriakan orang-orang di bawah meminta pertolongan.

Di tengah kegelapan itu, mereka lihat seperti bayangan hitam besar yang bergerak dengan cepat menghancurkan bangunan, pohon-pohon, dan pagar rumah. Bunyi benturan bebatuan yang besar sangat dekat dengan telinga mereka, tidak ada yang dapat mereka lakukan, kecuali doa dan pasrah terhadap apa yang sedang terjadi.

“Ini seperti mujizat Tuhan bagi kami keluarga besar panti asuhan Holei Roo. Bangunan papan itu walapun ditembus air bah tetapi tetap berdiri kokoh. Sementara bangunan permanen lainnya dari tembok yang berjarak hanya selemparan batu dari panti asuhan, semuanya hilang diterjang banjir bandang,” ungkapnya.

Sementara itu, Meyland putri dari Naomi yang juga turut membantu ibunya mengevakuasi anak-anak panti asuhan, mengaku sangat khawatir dan gelisah ketika banjir yang datang itu sudah sama ratanya dengan atap rumah.

“Anak-anak ini rata-rata masih sekolah dasar dan yang paling besar baru kelas dua SMP. Rasa takut dan cemas serta panik menghantui kami semua. Terlebih kepada saya yang harus mengeluarkan adik-adik ini dari dalam kamar. Tetapi Tuhan punya rencana yang luar biasa atas banjir ini. Kami sangat percaya Tuhan masih menolong dan menjaga saya dan mama bersama 21 adik-adik yang sedang dalam pemeliharaan di panti asuhan ini,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top