Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Papua dan Papua Nugini akan selenggarakan forum investasi dan business matching

Pertemuan yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua mempertemukan para pemangku kepentingan ekonomi Papua dengan delegasi perdagangan Papua Nugini, Selasa (16/4/2019). – Dok Humas Kantor Perwakilan BI Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  Delegasi perdagangan Papua Nugini dan sejumlah pemangku kepentingan ekonomi di Provinsi Papua menyepakati penyelenggaraan forum investasi dan business matching yang akan pelaku usaha dari Papua dan Papua Nugini. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan kerjasama ekspor Papua dan Papua Nugini yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua pada Selasa (16/4/2019).

Forum investasi dan business matching yang disepakati dalam pertemuan April itu diharapkan menjadi jembatan bagi para pengusaha Papua dan pelaku usaha di Papua Nugini untuk menjalin kesepakatan bisnis baru. Harapannya,  forum investasi dan business matching itu akan meningkatkan ekspor Papua ke Papua Nugini, khususnya melalui Provinsi Sandaun, wilayah Papua Nugini yang berbatasan langsung dengan Provinsi Papua.

Pertemuan April yang diinisiasi Bank Indonesia itu dihadiri sejumlah dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, Perum Bulog Divre Papua dan Papua Barat, beserta Konsulat RI di Kota Vanimo, Papua Nugini. Mereka bertemu dengan delegasi Papua Nugini yang terdiri dari Konsulat Jendral Papua Nugini di Jayapura, Badan Karantina Papua Nugini, Administrator Provinsi Sandaun, dan pengusaha Papua Nugini.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Adi Purwantoro menyatakan Papua Nugini merupakan pangsa sebesar ekspor produk makanan olahan Papua pada tahun 2018. Nilai ekspor untuk produk makanan olahan dari Papua ke Papua Nugini pada 2018 telah mencapai 650.000 dollar AS. Di sisi lain, Papua juga mengimpor banyak produk pertanian Papua Nugini, dengan nilai impor yang mencapai 5,3 juta dollar AS pada 2018.

Loading...
;

Adi menegaskan Papua memiliki potensi untuk memperbesar volume ekspor ke Papua Nugini, antara lain dengan mengekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah binaan Bank Indonesia. “Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua menawarkan produk seperti beras, bawang merah, daging ayam, sayuran, cabai, tomat, tuna, dan makanan olahan berupa abon tuna (untuk diekspor ke Papua Nugini),” ujar Adi dalam siaran pers yang diterima Jubi pada Rabu (1/5/2019).

Salah satu pengusaha Papua Nugini yang menghadiri pertemuan itu, Robert Yong menyatakan makanan jadi seperti mie instan, makanan kaleng, minuman non alkohol, dan makanan olahan dari Indonesia cukup digemari oleh masyarakat di Kota Vanimo, Provinsi Sandaun. Akan tetapi, sejumlah produk usaha mikro, kecil, dan menengah dari Papua masih jarang menembus pasar Papua Nugini, karena belum memenuhi standar kemasan berbahasa Inggris.

Menurut Yong, beras dan buah–buahan di Papua Nugini dipasok dari Thailand. Vietnam juga mengekspor ikan laut ke Papua Nugini. Sementara Malaysia menjadi pemasok utama kebutuhan sayur mayur di sana.

Biro Kerjasama Perbatasan dan Luar Negeri Provinsi Papua menyambut baik dukungan dari pihak Papua Nugini untuk memperlancar perdagangan kedua daerah. Konsulat Jenderal RI di Vanimo menyatakan akan membantu hubungan dengan pengusaha di Papua Nugini, sehingga dapat membuka akses pasar produk dari Papua.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top