Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Papua perlu susun peta jalan pembangunan pendidikan

Ketua Panitia Khusus Afirmasi Majelis Rakyat Papua, Edison Tanati. – Jubi/Benny Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pembangunan sumber daya manusia di Papua membutuhkan penyusunan peta jalan atau roadmap pembangunan pendidikan. Peta jalan itu akan menjadi pedoman pendirian pusat pendidikan dasar dan menengah di setiap wilayah adat, serta pendirian perguruan tinggi yang menyesuaikan karakteristik potensi sumber daya alam tiap wilayah adat.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia Khusus Afirmasi Majelis Rakyat Papua atau MRP, Edison Tanati, di Jayapura, Sabtu (12/10/2019). Menurutnya, gagasan penyusunan peta jalan pembangunan pendidikan dilatarbelakangi hasil evaluasi Panitia Khusus Afirmasi MRP atas proses penerimaan jalur afirmasi calon mahasiswa perguruan tinggi kedinasan dan jalur afirmasi penerimaan TNI/Polri bagi orang asli Papua.

“Papua  punya kuota masuk ke sekolah kedinasan hingga 70 persen. Akan tetapi, kuota itu tidak bisa terpenuhi, karena banyak [hasil seleksi anak asli Papua] yang jatuh [pada tes] kesehatan [atau] seleksi akademik,”ungkapnya.

Tanati menyatakan hasil evaluasi itu menunjukkan program beasiswa Dana Otonomi Khusus bagi pelajar asli Papua tidak serta merta meningkatkan kemampuan akademis mereka. Penyelenggaraan pendidikan di Papua harus dirombak secara mendasar dengan peta jalan yang merumuskan pola pembangunan berkelanjutan sarana dan prasarana pendidikan di lima wilayah adat di Provinsi Papua.

Loading...
;

“Kita butuh peta peningkatan sumber daya manusia Papua yang jelas. Kita [harus] buka sentra pendidikan di lima wilayah adat yang ada di Provinsi Papua,”ungkap Edison Tanati.

Peta jalan itu nantinya akan merumuskan pola pembangunan sentra pendidikan dasar dan menengah di setiap kabupaten yang ada di Papua. Tanati menekankan pentingnya pendirian sentra pendidikan menengah di Papua yang secara khusus memberikan pendidikan moral dan mengembangkan kemampuan akademik siswanya.

Tanati mencontohkan pentingnya mendidik generasi muda Papua yang bebas dari masalah ketergantungan alkohol dan obat terlarang. Ia mengusulkan program tes urine rutin bagi setiap siswa sekolah, dengan memberikan beasiswa bagi para siswa yang bebas alkohol dan bebas obat terlarang.

“Kita [harus] mendidik [anak asli Papua]. Kalau boleh, pemerintah daerah berikan bonus [bagi siswa yang memiliki. hasil tes] kesehatan yang bagus,”ungkap Tanati.

Peta jalan itu juga harus mencakup strategi pendirian perguruan tinggi yang sesuai dengan karakteristik potensi sumber daya alam tiap wilayah adat. Tanati mencontohkan, perguruan tinggi di Wilayah Adat Meepago bisa mengambil kekhususan di bidang pertambangan.

Perguruan tinggi di Wilayah Adat Mamta dan Saireri dapat mengembangkan pendidikan bidang pariwisata dan perikanan, sementara perguruan tinggi di Wilayah Adat Lapago fokus kepada pengembangan ilmu pertanian dan peternakan. Perguruan tinggi di Wilayah Adat Anim Ha juga dapat berfokus kepada pengembangan ilmu perkebunan dan peternakan.

“Kita buka perguruan tinggi dengan potensi daerah setempat. Universitas Cenderawasih harus menjadi pengampu untuk setiap sentra pendidikan tinggi di setiap wilayah adat. Supaya kita [bisa] mendapatkan generasi Papua yang lebih [baik]. [Pola pendidikan] sekarang tidak jelas arahnya ke mana,” kata Tanati.

Ketua Dewan Adat Papua versi Konferensi Luar Biasa, Dominikus Surabut menyebut gagasan peta jalan pembangunan pendidikan itu bagus. Akan tetapi, ia ragu dengan komitmen Pemerintah Provinsi Papua untuk merancang peta jalan pembangunan pendidikan dan mengeksekusi peta jalan itu.

“Ide macam itu baik, hanya [saja], kapan mau dilaksanakan. Kami butuh realisasi dan kerja sama semua pihak,” ungkap Surabut melalui sambungan telepon, Minggu (13/10/2019).

Surabut mengingatkan MRP harus mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua untuk serius mengatasi persoalan mendasar seperti kekurangan guru dan minimnya fasilitas pendidikan di berbagai sekolah yang ada di kampung. “Saya pikir itu yang penting dan mendesak saat ini,”ungkapnya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top