Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Papua target empat besar di Peparpenas 2019

Maria Wilil (kiri) dan Sania Aprilia (kanan) foto bersama ketua kontingen Peparpenas Papua, Timothius Matuan – Jubi/Jean Bisay.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kontingen Papua yang bertanding pada ajang Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) XI tahun 2019 menargetkan berada di posis Empat besar yang berlangsung di Jakarta.

“Waktu Kejurnas NPC Indonesia kemarin di Solo, atlet kita semua diturunkan untuk mengasah kemampuan mereka dan bersyukur bisa menyumbang medali. Mengingat selama dua bulan sebelum Peparpenas, atlet kami sudah lakukan persiapan matang di Bekasi selama dua bulan,” kata Ketua National Paralympic Comitee (NPC) Provinsi Papua Jaya Kusuma melalui telepon selulernya, Senin (11/11/2019).

Dikatakan, Peparpenas 2019 merupakan ajang pembuktian prestasi yang akan ditorehkan kontingen Papua, sebab atlet yang bertarung diyakini sudah memiliki pengalaman dan jam tanding yang mumpuni.

Prestasi dua tahun sebelumnya di Solo, kata Jaya Kusuma, atletnya bisa mempertahankan peringkat bagi kontingen Papua. Bahkan bisa melampaui masuk 4 besar se-Indonesia.

Loading...
;

“Di Peparpenas sebelumnya finis di urutan ke-6 dengan 8 emas, 8 perak dan 10 perunggu. Kita berharap di event pelajar Papua bisa masuk 10 besar, mempertahankan urutan 6 di dua tahun lalu. Namun tidak menutup kita optimis kemungkinan besar bisa masuk target urutan 4 se-Indonesia, apalagi target ini realistis karena ada atlet pelatnas yang diturunkan,” ujarnya.

Dikatakan, dari enam cabang olahraga (cabor) yang diikuti kontingen Papua yakni Boccia, Atletik, Catur, Renang, Bulutangkis, dan Tenis Meja. Cabor renang dan atletik merupakan dua Cabor andalan maupun proyeksi mendulang medali bagi Papua nantinya.

“Dua cabor ini menjadi andalan pendulang medali terbanyak di Peparpenas,” katanya.

Jaya Kusuma pun meminta dukungan doa dari masyarakat Papua agar para atlet difabel atau berkebutuhan khusus ini bisa tampil maksimal demi mengharumkan nama tanah Papua di kancah olah raga Nasional, sehingga ada banyak atlet asal Papua yang bisa diproyeksikan masuk dalam tim NPC Indonesia dalam multi iven.

Dihari pertama Kontingen Papua sukses merebut enam medali yakni tiga medali emas, satu medali perak dan dua medali perunggu. Bertanding di partai final yang berlangsung di kolam renang kompleks Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/2019) pagi, para atlet Papua mendominasi.

Enam medali tersebut disumbangkan para atlet disabilitas Papua dari cabang olahraga renang masing-masing Agnes Jowey yang turun di nomor 100 meter gaya dada Tunadaksa open putri.

Medali emas kedua dipersembahkan Isack Mimitau turun di nomor 50 meter gaya dada Tunagrahita open putra. Medali emas ketiga buat Papua diraih Lince Suebu dari nomor 50 meter gaya dada  Tunagrahita open putri.

Sedangkan medali perak disumbangkan perenang Marlanda Oropa yang turun di nomor 50 meter gaya punggung Tunagrahita open putri.

Serta dua medali perunggu masing-masing diraih Elieser Kabey dari nomor 50 meter gaya dada Tunagrahita open putra dan Yordan di nomor 50 meter gaya dada Tunarungu putra.

“Kita patut berbangga atas capaian prestasi dari anak-anak kita atlet disabilitas yang sudah mengharumkan nama Papua di kancah nasional,” kata Matuan kepada Jubi di sela-sela pertandingan renang.

Yohan Karubaba, pelatih renang Papua di Peparpenas kepada Jubi menyampaikan, peluang menambah pundi-pundi medali masih terbuka buat kontingen Papua.

“Untuk pertandingan hari pertama kita berhasil merebut enam medali yaitu 3 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Besok ada sejumlah nomor final dan peluang untuk menambah medali masih ada,” katanya. (*)

Editor : Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top