Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Papua Youth Festival mengingatkan remaja agar peduli kesehatannya

Asisten III Pemerintah Kota Jayapura Amos Salosa, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pemkot Jayapura Bety Puy, dan pengurus IPPI pusat membuka Papua Youth Festival – Jubi/David Sobolim

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Beberapa tahun terakhir pergaulan dan aktivitas remaja yang berpotesi terjun ke dunia bebas narkoba mulai terlihat dengan jelas. Rayuan dan pengaruh tidak hanya datang dari teman sekolah, tetapi juga dari teman satu tempat tinggal.

Karena itu sejumlah LSM, dinas terkait, dan para aktivis mulai mengantisipasi dengan berbagai kampanye untuk menyelamatkan anak muda dari pergaulan yang tidak sehat tersebut.

Salah satu yang dilakukan adalah kampanye penyelamatan kesehatan reproduksi dalam acara “Papua Youth Festival 2019” di salah satu hotel di Kota Jayapura, Kamis, 7 November 2019. Kegiatan tersebut diselenggarakan Ikatan Perempuan Positif Indonesia bekerja sama dengan Inti Muda Papua.

Beberapa narasumber hadir, mulai dari ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), dan akademisi.

Loading...
;

Pemateri dihadirkan untuk berbagi pengalaman terkait kesehatan reproduksi. Dan masa kelam yang dihadapi di saat masih muda hingga penjelasan menjauhkan diri dari bahaya narkoba dan menjaga kesehatan reproduksi.

Seorang ODHA, Baby Rivona Nasution, memberikan pengalaman selama sepuluh tahun menjadi pecandu obat-obatan berbahaya. Kini sudah 17 tahun ia bebas dari kecanduan dan menjalani hidup sebagai ODHA dengan anak positif HIV. Ia menceritakan pengalamannya kepada ratusan pengunjung festival.

“Saya waktu itu sangat mencintai narkoba, saya terjun ke dunia narkoba,” ujarnya.

Setelah dirinya bekerja di luar negeri dan dinyatakan positif HIV pada 2003 ia mulai sadar bagaimana masa depannya dan mencari jalan keluar dengan mengkonsumsi obat ARV dengan rutin.

“Sebab ARV merupakan salah satu obat untuk bertahan hidup bagi ODHA,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pemkot Jayapura Bety Puy mengatakan salah satu yang menjadi fokus Festival Youth adalah kesehatan reproduksi bagi anak remaja.

“Karena remaja merupakan pintu masuk dari mencoba-coba hingga menjadi pencandu narkoba dan miras hinggga kawin di luar nikah, terlanjur salah maka banyak rugi dan trauma seumur hidup, juga senjata untuk suaminya bagi perempuan,” katanya.

Di Kota Jayapura, kata Bety, banyak hal baik dan buruk, tetapi kembali ke anak remaja mau pilih yang mana. Karena itu ia mengajak generasi muda untuk selalu berpikir bagaimana masa depan Papua.

“Siapa yang akan pimpin Papua ke depan karena masa depan Papua ada pada anak muda dan remaja saat ini,” katanya.

Nurul Hidayah, pembicara dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Jayapura, menjelaskan bahwa anak remaja mulai mengenal perubahan dirinya. Maka saat itu harus tahu bagaimana menjaga diri dari pergaulan bebas yang akan merusak masa depannya.

Ia juga mempersilakan siswa untuk menjelaskan menjaga kebersihan alat kelamin saat pubertas. Dua siswa tersebut menjelaskan dengan baik. Ia menjelaskan anak-anak tersebut mulai menjaga kesehatan reproduksinya.

“Tetapi banyak remaja juga yang tidak menjaga reproduksi dan mengakibatkan infeksi penyakit pada kesehatan reproduksinya,” ujarnya.

Salah satu peserta yang turut hadir memperagakan bagaimana menjaga kesehatan reproduksi. Salah satunya menceritakan saat menstruasi denga mengganti celana dalam tiga kali agar tidak terinfeksi penyakit.

Kemudian pembersihan alat kelamin perempuan dari depan ke belakangan dan di bersihkan dengan kain bersih bukan yang lembap.

“Jangan pernah melihat apa yang sudah berlalu, tetapi pikirkan apa yang akan dicapai,” kata Nurul.

Asisten III Pemerintah Kota Jayapura Amos Salosa mengatakan jika remaja saat ini sayang pada dirinya maka mulai saat ini menjaga diri dari bergaulan bebas.

“Menjadikan dirinya sebagai benteng untuk melawan ajakan yang mempengaruhi,” katanya.

Dan kegiatan begini, katanya, bukan hanya hari ini, tetapi setiap tahun akan terus dilakukan. Karena kemajuan bangsa karena ada SDM yang kuat dan mampu menciptakan sesuatu.

“Tetapi jika remaja saat ini tidak menjaga dirinya maka kita tidak akan mengubah masa depan suatu bangsa dan pemerintah selalu mendukung setiap kegiatan yang sifatnya mendukung kreativitas dan demi masa depan,” ujarnya. (*)

Editor: Syofiardi

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top