HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Para aktivis di Papua beri dukungan bagi mahasiswa Papua di Surabaya

Sejumlah aktivis dan mahasiswa di Papua membuat aksi dukungan bagi para mahasiswa Papua di Surabaya, Sabtu (17/8/2019), – IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Beredarnya foto dan video pengepungan Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III di Surabaya menggerakkan sejumlah aktivis dan mahasiswa di Papua membuat aksi dukungan bagi para mahasiswa Papua di Surabaya. Pada Sabtu (17/8/2019), mereka membuat aksi untuk mengecam dan menolak tindakan rasialis dan diskriminatif yang terus menerus dialami mahasiswa Papua yang berkuliah di luar Papua.

Sebelumnya, sejumlah 43 mahasiswa Papua ditangkap di Surabaya pada Sabtu sore, saat polisi mendobrak dan menerobos masuk Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III. Peristiwa itu terjadi setelah para mahasiswa Papua terkurung di dalam asrama selama 24 jam, gara-gara asrama mereka didatangi tentara dan dikepung warga.

Massa yang mengepung asrama sejak Jumat (16/8/2019) sekitar pukul 15.00 WIB itu meneriakkan ancaman dan melontarkan makian rasial. Semakin malam, massa yang mengepung asrama itu semakin besar. Massa masih terlihat berkumpul di sekitar asrama hingga Sabtu pukul 01.30 WIB.

Pada Sabtu pagi massa yang mengepung asrama tidak terlihat lagi. Akan tetapi, pada Sabtu siang, sejumlah orang kembali terlihat berkumpul di depan Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III, dan meneriakkan berbagai ancaman serta makian rasial kepada mahasiswa di dalam asrama.

Loading...
;

Dalam situasi seperti itu, polisi memakai pelantang untuk menyuruh para mahasiswa di dalam asrama untuk keluar. Para mahasiswa Papua memilih tetap bertahan di dalam asrama. Polisi akhirnya mendobrak gerbang asrama, menangkap 43 mahasiswa Papua di sana.

Pengepungan asrama dan penangkapan 43 mahasiswa Papua itu menggerakkan para aktivis Solidaritas Nasional Mahasiswa dan Pemuda Papua Barat (Sonamappa) untuk melakukan aksi bisu sekitar Kantor Klasis GKI Port Numbay, Kota Jayapura, Papua, Sabtu pukul 19.00 WP. Ketua Dewan Pengurus Daerah Sonamappa Kota Jayapura Ronie Mambrasar mengatakan aksi diam itu merupakan aksi spontan untuk mendukung sesama orang asli Papua yang didiskriminasi di Surabaya.

“Kami mengutuk keras tindakan aparat keamanan dan ormas-ormas terhadap kawan-kawan mahasiswa Papua, Hidup Mahasiswa Papua” kata Mambrasar.

Salah satu peserta aksi itu, Marthen Louw menyatakan Pemerintah Kota Surabaya harus bertanggungjawab terhadap pengepungan Asrama Mahasiswa Papua oleh warga Surabaya itu, berikut berbagai intimidasi dan makian rasial yang ditujukan kepada para mahasiswa Papua yang terjebak dalam asrama itu. “Kapolrestabes Surabaya [harus] segera membebaskan para mahasiswa Papua yang ditahan,” tegas Louw.

Para aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) juga menggelar aksi spontan untuk mendukung para mahasiswa Papua di Surabaya. Aksi KNPB itu digelar di putaran Perumnas III, Kota Jayapura, Papua, Sabtu malam. Para peserta aksi itu membawa sejumlah poster, antara lain bertuliskan “Save Mahasiswa Papua”, “Tong Bukan Monyet”, “Stop Intimidasi dan Diskriminasi Terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya”, “Stop Rasisme Terhadap Mahasiwa Papua di Surabaya”.

Ketua Umum KNPB, Agus Kosay menyatakan jika Indonesia beranggapan orang Papua bukan bagian dari Indonesia, lebih baik Indonesia memulangkan seluruh mahasiswa Papua kembali ke Papua.  “Kalau masyarakat Indonesia menolak kami, kami juga siap menolak semua orang non Papua yang ada di Tanah Papua,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu malam.

Kosay mengatakan orang Papua yang berada di luar Papua merasa tidak nyaman karena perlakuan masyarakat Indonesia yang rasialis dan intimidatif. “Selama ini kami di Papua  hidup rukun bersama dengan orang non papua. Tetapi hari ini orang non Papua mengajarkan kami tentang rasisme dan mengintimidasi kami,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top