HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Partai politik di Aceh laporkan penggelembungan suara

Logo Pemilu 2019 – Jubi/Dok.

Kebanyakan laporan dugaan penggelembungan suara terjadi di internal partai. Misal

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Banda Aceh, Jubi – Panitia Pengawas Pemilihan umum Aceh menyatakan banyak partai politik peserta Pemilu 2019 melaporkan dugaan penggelembungan suara. Laporan itu disampaikan saat proses rekapitulasi penghitungan suara berlangsung di tingkat kabupaten dan kota.

“Mereka melaporkan setelah ada perbedaan suara antara rekapitulasi di tingkat kecamatan dengan di kabupaten maupun kota. Selain melaporkan ke Panwaslih, mereka juga menyampaikan keberatan saat proses rekapitulasi,” kata Ketua Divisi Pengawasan Panwaslih Aceh, Marini, Minggu, (5/5/2019).

Baca juga : PSU Yapen tetap jalan,  desak suara Distrik Teluk Ampimoi dikembalikan

Loading...
;

KPU Yalimo agendakan pleno di tiga distrik

Marini menyebutkan kebanyakan laporan dugaan penggelembungan suara terjadi di internal partai. Misalnya, ada seorang caleg melaporkan caleg lainnya dalam satu partai di daerah pemilihan yang sama.

“Kasus seperti ini banyak dilaporkan. Jumlahnya belum bisa disebutkan karena laporan disampaikan di panwaslih kabupaten dan kota. Detailnya baru bisa kami sampaikan setelah ada laporan dari panwaslih kabupaten dan kota,”  kata Marini menjelaskan.

Sebelumnya, Caleg DPR Aceh dari Partai Nanggroe Aceh (PNA) Daerah Pemilihan Aceh 9, Miswar Fuady, melaporkan dugaan penggelembungan suara Pemilu 2019 di Kabupaten Aceh Selatan ke Panwaslih Aceh.

“Kami melaporkan dugaan penggelembungan suara yang menyebabkan suara seorang caleg di Kabupaten Aceh Selatan bertambah. Sedangkan caleg lain berkurang,” kata kuasa hukum tim pemenangan Miswar Fuady, Zulkifli.

Zulkifli menyebutkan dugaan penggelembungan suara diduga dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Dugaan praktik tersebut menyebabkan suara Caleg DPR Aceh dari PNA atas nama Safrijal menjadi bertambah.

Safrijal merupakan caleg DPR Aceh dari PNA Daerah Pemilihan Aceh 9 meliputi Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Selatan, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Aceh Singkil. Sedangkan Miswar Fuady merupakan caleg nomor urut satu.

Dugaan penggelembungan suara yang dilaporkan tersebut terjadi di Kecamatan Kluet Utara yakni ada perbedaan data C1 dengan data A1 di PPK. Data C1, suara Safrijal hanya 130 suara, tetapi data A1 kecamatan berubah menjadi 140 suara.

Dari penelusuran itu ada Caleg yang mengaku suaranya hilang saat rekapitulasi di kecamatan. “Kami menduga ada keterlibatan PPK dan panwascam. Kalau PPK tidak mungkin karena ada panwascam,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top