Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Partisipasi mahasiswa OAP di PT minim, Legislator: Dibutuhkan peran pemerintah

Ketua Komisi bidang pendidikan dan kesehatan DPR Papua, Jack Kamasan Komboy – Jubi/Arjuna Pademme

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Ketua Komisi bidang pendidikan dan kesehatan DPR Papua, Jack Kamasan Komboy mengatakan, dibutuhkan peran pemerintah meningkatkan partisipasi mahasiswa orang asli Papua (OAP) di perguruan tinggi (PT) negeri maupun swasta yang ada di Papua.

Menurut Jack Komboy, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Suriel S Mofu belum lama ini mengatakan, angka kasar partisipasi pendidikan tinggi di Papua baru mencapai 11 persen. Di mana persentase itu umumnya didominasi orang asli Papua dari keluarga tidak mampu.

Ia mengatakan, kondisi itu perlu dicarikan solusi agar ada sebuah regulasi atau aturan jelas bagaimana pembiyaan anak asli Papua yang tidak mampu saat ingin kuliah.

Karena kata Jack Komboy, mestinya dengan dana Otsus para anak asli Papua yang berasal dari keluarga tidak mampu dapat digratiskan biaya kuliahnya.

Loading...
;

“Sehingga masalah yang disebut Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi itu tidak lagi terjadi. Apalagi disebut itu karena masalah ekonomi dan lainnya,” kata Jack Komboy, Jumat (15/2/2019).

Katanya, faktor ekonomi yang menghambat para anak asli Papua mengenyam pendidikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta, mestinya juga menjadi masalah pemerintah daerah, sehingga bagaimana mencari solusi mencerdarkan generasi Papua ke depan dan bagaimana anak-anak asli Papua dapat kuliah.

“Karena kadang mereka terkendala pada masalah finansial. Itu mesti menjadi tanggung jawab pemerintah,” ucapnya.

Namun lanjut Jack Komboy, perlu dicek terlebih dulu dasar Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIV Papua dan Papua Barat menyatakan hal tersebut. Apakah telah dilakukan penelitian dan lainnya atau tidak, karena setahu Jack Komboy setiap kabupaten memberikan beasiswa untuk mahasiswa anak asli Papua dari wilayahnya.

“Mesti duduk bersama membicarakannya, karena animo anak-anak dari kabupaten (kota) untuk kuliah setelah SMA sangat tinggi dan mestinya pemerintah tidak boleh lepas tangan,” ujarnya.

Belum lama ini Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Suriel S Mofu mengatakan, angka kasar partisipasi pendidikan tinggi di Papua baru mencapai 11 persen dan umumnya didominasi orang asli Papua yang berasal dari keluarga yang tidak mampu.

Menurut Suriel S Mofu, hingga kini masih 89 persen kelompok usia perguruan tinggi yang belum menikmati perguruan tinggi.

“Kondisi itu menjadi tantangan bagi kita. Data yang kami punya menunjukan ini umumnya didominasi oleh orang asli Papua karena faktor ekonomi,” kata Mofu.

Katanya, dari pemetaan yang dilakukan pihaknya, anak asli Papua dari keluarga kurang mampu itu diharapkan mendapat perhatian pemerintah.

“Masalah ekonomi menjadi salah satu faktor, sehingga diharapkan pemerintah perlu mengintervensi kelemahan ini dan menyediakan dukungan kepada perguruan tinggi agar dapat menjawab akses terhadap anak-anak asli Papua lebih besar,” ucapnya. (*)

 

Editor : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top