Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pasar Pharaa bersih jangan karena Go Adipura dan PON

Tumpukan sampah di Pasar Pharaa Sentani – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Pasar Pharaa Sentani adalah salah satu item dalam penilaian Go Adipura. Untuk itu pasar harus terlihat bersih dari sampah pedagang dan sampah pengunjung pasar ini.

“Rencama pengadaan armada baru untuk kebutuhan kebersihan di lingkungan pasar itu belum ada, kemungkinan usai kegiatan PON baru akan ada armada baru untuk pasar,” jelas Kepala Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Pasar Pharaa Sentani, Daniel Sokoy, kepada Jubi, akhir pekan lalu.

Selain penilain Go Adipura, Pasar Pharaa juga akan menjadi salah satu objek bagi peserta dan pengunjung PON XX/2020 mendatang, untuk dikunjungi. Untuk itu tidak mungkin pasar terlihat kotor dan penuh sampah.

“Pemerintah juga mengimbau untuk kita sambut tamu-tamu PON dan juga mensukseskan Go Adipura,” kata Daniel Sokoy.

Loading...
;

Sampai saat ini petugas kebersihan Pasar Pharaa masih berjalan dengan delapan tenaga petugas kebersihan dan satu armada truk yang sudah tua.

“Untuk saat ini kita masih berjalan dengan satu armada yang sudah tua ini. Bak truk itu sudah lapuk dan kemarin baru kami tambal di bengkel. Jika terjadi penumpukan sampah, kami minta bantu kendaraan dari Dinas Lingkungan Hidup, kita tanggung solarnya. Ada juga kerja bakti yang dilakukan oleh LMRI untuk bantu kebersihan Pasar Pharaa,” jelas Sokoy.

Ia juga menambahkan usai kegiatan PON ini masalah sampah di pasar ini harus dapat diatasi dengan cepat.

“Masalah sampah ini harus dapat ditanggulangi agar pasar itu bersih dan paling sedikit itu petugas dibagi dalam dua shift dengan jumlah anggota 30 orang, jadi pagi sampai siang shift satu dan siang sampai sore shift dua,” tutur Sokoy.

Terpisah, salah seorang pengunjung Pasar Pharaa, Luther Sawaki, mengatakan kebersihan di pasar ini tidak hanya karena ada kegiatan-kegiatan tertentu.

“Jangan karena ada PON dengan Go Adipura jadi harus bersih, terus nanti selanjutnya bagaimana? Apakah akan tetap bersih begitu kah,” katanya.

Menurut Sawaki, jika pasar ini bersih dari sampah pedagang dan sampah pengunjung maka orang akan berkunjung ke pasar ini dengan ramai.

“Kalau sudah bersih dari sampah dan polusi itu orang akan betah di pasar, ada mama-mama punya makan kuliner Papua, nah kalau dengan sampah ada di mana-mana, ludah pinang di mana-mana, siapa yang mau makan dengan situasi di pasar seperti itu, jadi harus ada solusinya  yang baik,” tuturnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top