Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pasca banjir di Sentani, warga Kemiri masih membutuhkan uluran tangan Pemerintah

Pelayanan kasih forum Lintas pemuda, agama dan budaya Sorong Raya, didampingi dengan pengurus Gereja Sinode GKI di Tanah Papua sedang membersihkan rumah yang dipenuhi dengan pasir, Senin, (2/9/2019). – Jubi/Agus Pabika.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, Jemaat Revel Kemiri Sentani kabupaten Jayapura membutuhkan uluran tangan pemerintah pasca banjir bandang yang melanda kabupaten Jayapura pada 16 Maret 2019. Hal tersebut disampaikan Novelina Wakano, dari Departemen Diakonia Bidang Bencana, kepada wartawan, Senin (2/9/2019), di Kompleks Kemeri RT 07.

Ia menjelaskan meskipun masa tanggap darurat banjir bandang di Setani sudah berlalu, warga yang berada di Kemiri hingga saat ini membutuhkan uluran tangan dari semua pihak, karena dampak dari banjir sangat parah terutama sejumlah rumah warga yang hancur.

“Bencana di Sentani itu ada dua yaitu air meluap dan banjir bandang, dalam kurun waktu enam bulan sejak terjadinya bencana GKI Di Tanah Papua telah bikin camp Pengungsian hingga hari ini. Dan masih membantu apa yang menjadi kebutuhan warga Jemaat,” kata Novelina.

Menurutnya, pihaknya telah melakukan beberapa kegiatan diantaranya, pembersihan rumah jemaat yang rusak, membuat kamar mandi umum, serta membuat penampungan air di bak utama untuk digunakan warga.

“Kegiatan kami seperti membersihkan potongan kayu, batu, piung bangunan yang ada di rumah warga, membersihkan pasir, dan tarik air dari bak utama agar digunakan warga,” katanya.

Ia menjelaskan dalam proses yang panjang ini, sudah melakukan komunikasi dengan pemerintah kabupaten Jayapura, tetapi dari informasi yang telah diterima katanya pemerintah sudah mendata seluruh warga yang terkena dampak dari bencana dan pemerintah juga mengatakan tempat ini akan direlokasi.

Loading...
;

Di tempat yang sama, Pdt.Evelin Ugadje, dari GKI Revel Kemiri di Tanah Papua mengatakan, pihaknya merasa bersyukur dan berterimakasih kepada BPAM Sinode di Tanah Papua, karena telah mendatangkan tim traveling dari Papua Barat.

“Jadi sebagian besar warga di Jemaat ini sedang mengungsi. Namun atas laporan warga tim traveling Papua Barat ada bersihkan rumah sekarang. Maka kami berharap pemerintah Kabupaten Jayapura harus juga melihat ini,” katanya. (*)

Editor : Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top