Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pasca demo di Wamena, ribuan aparat TNI/Polri diterjunkan ke Jayawijaya

Pengungsi di Polres Jayawijaya – Jubi/Dok.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sebanyak 1.500 aparat keamanan diterjunkan  pasca demo pelajar dan warga sipil yang berujung bentrok di Kabupaten Jayawijaya Senin (25/9/2019) lalu. Hal ini dikatakan Kapolres Jayawijaya, AKBP Tony Ananda melalui sambungan telepon selularnya, Kamis (26/9/2019).

“Pasca demo, kami sudah berikan jaminan keamanan, terutama bagi para pelaku ekonomi untuk membuka kembali pasar, warung, toko dan aktivitas masyarakat perlahan mulai berjalan seperti biasanya,” kata Kapolres Tony.

Dikatakan Kapolres, 1.500 aparat keamanan gabungan dari TNI dan Polri itu tersebar di beberapa titik di Kota Wamena dan sekitarnya.

“500 personil gabungan TNI dan Brimob telah ditempatkan di daerah pinggiran kota atau pintu masuk ke kota Wamena dari kabupaten lain di wilayah pegunungan Papua. Sedangkan khusus didalam kota ditempatkan 300 personil gabungan,” ujarnya.

Loading...
;

Untuk kondisi Kota Wamena sendiri, menurut Tony sudah mulai bersangsur pulih. Masyarakat mulai melakukan aktivitas meski belum normal seperti sedia kala.

“Masyarakat yang berada di pusat kota Wamena sudah mulai beraktifitas, sejumlah toko mulai dibuka. Walaupun aktifitas pemerintahan belum berjalan pasca pembakaran kantor bupati dan sejumlah kantor pemerintahan lainnya termasuk pasar yang masih tutup,” katanya.

Selain itu, Polres juga sudah menetapkan tujuh tersangka yang diduga menjadi dalang dari demo berujung rusuh tersebut.

“Tujuh orang sudah kami tetapkan sebagai tersangka, dan akan dilakukan pengembangan kasusnya untuk mencari aktor intelektual dibalik kasus yang menelan korban jiwa dan kerugian material,” ujarnya.

Namun, Tony enggan mempublikaskan identitas para tersangka. Kata dia saat ini Polres masih melakukan penyelidikan mendalam.

“Kami masih lakukan pendalaman. jadi belum bisa di publikasikan identitasnya. Kalau sudah rampung pemeriksaan, pasti kita akan publikasikan ke media,” katanya.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustafa Kamal menyatakan, sebanyak enam pelajar ditangkap pasca demonstrasi yang berujung rusuh di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, 23 September 2019.

“Sudah enam orang ditangkap di Wamena dan masih diperiksa lebih lanjut. Kita tunggu perkembangannya. Semua adalah pelajar,” kata Kombes Pol A.M. Kamal dalam keterangan persnya, Rabu (25/9/2019).

Menurutnya, dari pendataan terakhir yang dilakukan polisi, tercatat korban meninggal dunia sebanyak 29 orang, korban luka 76 orang serta  80 unit mobil dan 30 sepeda motor terbakar. Selain itu diketahui 150 rumah, ruko dan lima kantor pemerintahan terbakar.

“Kantor bupati, PLN, kantor kejaksaan, kantor urusan agama dan kantor BLH, ini untuk perkantoran yang dibakar. Ada beberapa kantor lagi yang dirusak. Dilempar maupun dipukul menggunakan benda keras,” ujarnya. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top