Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pasca penyisiran, masyarakat Distrik Gome dan Ilaga Utara masih trauma  

Foto ilustrasi, para ibu dan anak yang mengungsi di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, saat mengungsi di halaman kantor Kelasis GKII di Kampung Yenggernok, Gome pada Agustus 2019. – IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  Sebagian warga di Distrik Gome dan Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak mulai mencoba menjalankan aktivitas sehari-hari, seiring membaiknya situasi distrik itu pasca pengejaran aparat keamanan terhadap kelompok bersenjata di sana. Akan tetapi, masyarakat di Distrik Gome masih trauma dengan penyisiran dan pengejaran yang dilakukan aparat keamanan di sana.

Warga Kabupaten Puncak, Aperau Kiwak mengatakan mengatakan situasi keamanan di Distrik Gome dan Distrik Ilaga Utara semakin baik. “Masyarakat mulai melaksanakan aktivitas sehari-hari. Sekarang, tidak ada lagi kontak senjata di sana,” kata Kiwak ketika dihubungi melalui panggilan telepon pada Kamis (14/11/2019).

Pada 24 Agustus 2019, aarat keamanan mulai menyisir sejumlah kampung di Distrik Gome untuk mengejar kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang dipimpin Goliat Tabuni dan Anton Tabuni. Penyisiran itu seketika ratusan warga meninggalkan sejumlah kampung mereka, mengungsi ke Kampung Yenggernok di Distrik Gome.

Ketegangan semakin meluas memuncak pada 18 September 2019, ketika aparat keamanan menembak sejumlah warga sipil di Kampung Olenki, Distrik Ilaga Utara. Bupati Puncak Wilem Wandik menyatakan insiden penembakan warga sipil yang terjadi 18 September 2019 lalu menyebabkan tiga warga sipil melinggal dunia, dan melukai empat orang lainya. Jumlah warga yang mengungsi pun bertambah.

Loading...
;

Pada 24 September 2019, masyarakat Kampung Olenki telah menggelar acara bakar batu “inogur wakwi” atau bakar batu untuk menghilangkan serta membunuh rasa takut dan trauma. Pasca itu, situasi keamanan di Gome dan Ilaga Utara berangsur-angsur membaik.

Meski para warga Gome dan Ilaga Utara mulai beraktivitas lagi, Kiwak mengatakan para warga masih trauma dengan keberadaan aparat kemanan TNI/Polri. “Masyarakat menginginkan aparat kemanan ditarik dari kampung-kampung di sana. Pemerintah harusnya menarik pasukan itu,” kata Kiwak.

Warga Puncak Yonias Wenda mengatakan situasi di wilayah yang dekat dengan simpul pemerintahan memang cenderung lebih aman. Akan tetapi, masyarakat yang bermukim jauh dari simpul pemerintahan di Kabupaten Puncak tetap merasa ketakutan “Masyarakat masih ketakutan dan trauma. Kondisi itu harus ditangani pemerintah,” kata Wenda.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top