Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pascateror Christchurch, polisi masih jaga masjid di Selandia Baru

Ilustrasi, pixabay.com

Para polisi ditugaskan memberikan rasa aman kepada umat Muslim yang beribadah, terutama pada bulan suci Ramadhan

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya menyatakan polisi masih berjaga-jaga di masjid-masjid di negara tersebut, pascateror di Kota Christchurch, pertengahan Maret lalu. Para polisi ditugaskan memberikan rasa aman kepada umat Muslim yang beribadah, terutama pada bulan suci Ramadhan yang diperkirakan jumlah umat Muslim yang mendatangi masjid semakin bertambah.

“Tetapi cara mereka menjaga juga tidak berlebihan. Jangankan di kota-kota lain, di Christchurch pun tempat teror pernah terjadi kehadiran polisi tidak terlalu terlihat, tetapi kota itu well guarded,” kata Tantowi di sela-sela press briefing mengenai penyelenggaraan pameran bisnis Pacific Exposition di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa, (7/5/2019).

Berita terkait : Penembakan di Selandia Baru, Festival Polinesia dihentikan

Loading...
;

Dunia kutuk penembakan brutal di Selandia Baru

40 orang tewas dalam serangan di dua masjid Selandia Baru

Menurut Tantowi, dunia perlu belajar dari Selandia Baru dalam penanganan krisis yang begitu besar dan tidak diperkirakan sebelumnya.

Warga Selandia Baru, yang selama ini dikenal sangat toleran dan damai, tidak pernah membayangkan serangan terhadap umat agama tertentu bisa terjadi.

“Tetapi nyatanya mereka bisa menangani krisis dengan baik. Kurang dari satu minggu segala sesuatu di Christchurch bisa saya sebut kembali normal. Masyarakat sudah bekerja dan beraktivitas kembali, rasa takut itu tidak ada,” kata Tantowi menjelaskan.

Hal tersebut sesuai dengan semangat yang ditanamkan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern agar masyarakat negaranya bersatu menghadapi krisis tanpa rasa takut.

Selain itu, pemerintah Selandia Baru tidak memberikan ruang publikasi bagi pelaku teror dengan tidak menyebut nama pria asal Australia tersebut. Kebijakan ini juga diikuti oleh media Selandia Baru.

“Itu dua hal yang menurut saya sangat-sangat brilian dalam konteks penanganan tindakan terorisme. Padahal negara ini tidak pernah dites oleh hal-hal seperti ini,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top