Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pasifik 2019: Tahun perayaan, tahun kedukaan

Video yang menunjukkan konfrontasi antara Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama, dan anggota parlemen dari oposisi, Pio Tikoduadua, Agustus 2019. – ABC News

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Elisabeth Giay (Refleksi akhir tahun 2019 Pasifik 1)

Papua Nugini

Sebelum pertengahan tahun ini Perdana Menteri PNG, Peter O’Neill digulingkan dari jabatan yang sudah ia pegang selama 7 tahun, menyusul pembangkangan sejumlah anggota senior partainya. Ia digantikan oleh James Marape, yang dapat mempertahankan posisi perdana menteri PNG hingga akhir 2019. Setelah dikritisi oleh berbagai pihak, mantan PM Peter O’Neill akhirnya angkat bicara November 2019 lalu, dalam wawancaranya langsung dengan The Guardian, dimana ia membantah semua tuduhan yang dilayangkan padanya dengan menegaskan dia harus menetapkan ‘keputusan-keputusan yang sulit untuk diambil’.

Sejak naiknya PM James Marape, ia telah merombak kabinet, memulai penyelidikan atas pinjaman UBS yang menjatuhkan O’Neil, dan, sebagai pencapaiannya yang paling penting, memastikan referendum Bougainville bisa berjalan dengan lancar Desember ini. PM Marape dengan sigap mengakui hasil referendum tersebut, sambil mengirimkan pesan penting agar tidak ada campur tangan asing. Referendum disambut dengan penuh semangat, tarian, serta dimeriahkan kelompok singsing.

Meski Marape diharapkan akan membawa perubahan besar di PNG, persoalan perang suku dan Iingkungan hidup tampaknya tidak banyak mengalami perubahan di bawah kepemimpinan Marape. Pembantaian atas 24 orang, kebanyakan perempuan dan anak-anak di Kampung Karida di Provinsi Hela, di daerah pegunungan PNG, awal Juli ini. Saat itu PM Marape berkata melalui Facebook bahwa para pelaku bisa divonis hukuman mati dan mengancam para pembunuh. Hingga sekarang kasus ini belum diselesaikan.

Begitu juga dengan kasus tumpahan limpah Basamuk di Madang, yang simpang siur pelaporannya akibat perbedaan hasil studi pakar internasional yang didatangkan Pemerintah Provinsi Madang, Dr Alex Mojon, dengan hasil awal badan pemerintah Otoritas Konservasi dan Perlindungan Lingkungan Hidup (CEPA). Pada akhir 2019, pemerintah pusat PNG akhirnya mengumumkan penunjukkan konsultan pihak ketiga, dimana pekerjaannya akan diawasi langsung oleh semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah Provinsi Madang. Implementasi rencana pengambilan sampel rencananya akan dilakukan setelah Tahun Baru 2020, di mana semua pihak, termasuk perwakilan dari pemerintah Provinsi Madang, akan terlibat secara langsung.

Loading...
;

Wabah campak di Pasifik

Pasifik berkabung tahun 2019 setelah puluhan anak-anak meninggal dunia akibat wabah campak, yang umumnya dibawa dari Selandia Baru. Meski jumlah korban yang dilaporkan meninggal dunia di Selandia Baru minim, hal yang bertolak belakang terjadi di kawasan Pasifik.

Di Samoa, bangsa Pasifik yang terkena dampak terburuk, dari populasi 200.000 jiwa, hingga Hari Natal 2019, 5.634 kasus telah dilaporkan, 81 nyawa telah direnggut oleh penyakit ini, kebanyakan korban masih anak-anak. Samoa memiliki komunitas diaspora besar di Selandia Baru, oleh karenanya penyebaran campak memang sulit untuk dihindari, terutama karena Samoa memiliki populasi dengan tingkat imunisasi yang rendah dan layanan kesehatan yang tidak memadai untuk menghadapi tantangan epidemi seperti itu.

Kekebalan Samoa terhadap campak, diperkirakan oleh WHO, turun hingga 30-40%, dibandingkan dengan negara-negara tetangganya di Pasifik, seperti Tonga dan Samoa Amerika, yang memiliki tingkat cakupan imunisasi lebih dari 90%, mendekati atau mencapai angka yang direkomendasikan untuk mencapai kekebalan masyarakat. Tragisnya, cakupan imunisasi bayi di Samoa baru menurun dalam beberapa tahun terakhir. Empat tahun lalu, sekitar 85% dari anak usia satu tahun telah diimunisasi, pada 2017 persentase ini turun menjadi 60%. Namun sejak itu, persentase itu jatuh drastis, setelah skandal yang mengguncang Samoa pada 2018, dimana dua perawat Samoa memberikan vaksin MMR kepada seorang bayi yang lalu meninggal dunia. Masyarakat Samoa kehilangan rasa percaya kepada pemerintah dan pada program imunisasi, hingga pada 2018, hanya 31% anak-anak di bawah lima tahun yang telah diimunisasi.

Di Tonga, dimana virus campak itu dibawa oleh sekelompok tim rugby dari Selandia Baru, hampir 600 kasus dilaporkan. Selain kedua negara itu, hingga Hari Natal, 25 Desember 2019, sudah 25 kasus dilaporkan di Fiji, 2 kasus telah dikonfirmasikan di PNG, dan beberapa kasus dilaporkan di Kiribati serta di Hawai’i. Kepulauan Marshall, Kepulauan Solomon, Vanuatu, semua mengetatkan pergerakan pengunjung ke dalam perbatasan negaranya.

Kepemimpinan dan aliansi di Pasifik berganti

Setelah ʻAkilisi Pōhiva, perdana menteri pro-demokrasi Tonga yang tersohor karena vokal dalam menyuarakan pandangannya, meninggal dunia pada September 2019, ia lalu digantikan oleh Dr. Pohiva Tu’i’onetoa, yang meski juga demokrat, telah dikritisi oleh pendukung demokrasi Tonga yang menuduhnya sebagai pengkhianat. Hilda Heine, Presiden Kepulauan Marshall dan satu-satunya kepala pemerintahan perempuan di Pasifik tahun ini, juga terancam lengser tahun depan, ketika pemilihan presiden yang baru dilakukan oleh Nitijela, parlemen nasional negara itu, akibat berkurangnya pendukung Heine yang terpilih dalam pemilu 18 November ini.

Perdana Menteri Enele Sopoaga dari Tuvalu, seorang pemimpin aktivisme perubahan iklim Pasifik, telah kehilangan posisinya pada September 2019, saat Kausea Natano menggantikannya sebagai Perdana Menteri.

Kepulauan Solomon dan Kiribati mengalihkan pengakuan diplomatiknya dari Taiwan ke Tiongkok tahun ini. Sejak itu Presiden Kiribati, Taneti Maamau, terancam akan digeser pada saat ia mengakhiri parlemen pada 2019 dengan kursi minoritas 20-26, setelah beberapa MP pindah ke koalisi karena tidak puas dengan keputusan Maamau mengenai Tiongkok. Memegang suara minoritas berarti pemerintah itu tidak bisa memenangkan pemungutan suara atas rancangan anggaran tahunan dan RUU apa pun. Maamau dituduh oleh oposisi sengaja merampungkan parlemen secepatnya untuk memberikannya waktu untuk mengatur strategi dan mengumpulkan dukungan. Saat sidang parlemen 2020 dimulai, parlemen Kiribati akan menetapkan langkah selanjutnya.

Di Fiji, Frank Bainimarama tahun ini meneruskan advokasi perubahan iklim Pasifik, di sela-sela kasus penyerangan yang ia lakukan terhadap anggota oposisi, MP Pio Tikoduadua. PM Bainimarama meminta maaf dihadapan parlemen nasional atas perilakunya, sementara MP Tikoduadua ditangguhkan dari parlemen selama enam bulan setelah menolak untuk meminta maaf.

Perdana Menteri Vanuatu, Charlot Salwai, setelah mengalahkan sejumlah mosi tidak percaya, diharapkan akan menyelesaikan seluruh periode jabatannya sejak terpilih 2016 lalu. Pemilu Vanuatu yang berikutnya akan dilaksanakan sekitar Maret tahun 2020.

Kemenangan bagi perempuan di Kepulauan Solomon

Suatu momen bersejarah telah dicapai Desember ini bagi perempuan pasifik, lebih spesifik di Kepulauan Solomon, setelah Lilly Maefai memenangkan pemilu sela diselesaikan di ibu kota provinsi Makira, Kira Kira. Ini adalah pertama kalinya di Kepulauan Solomon ada tiga kandidat perempuan terpilih menjadi MP dalam satu masa jabatan. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top